5 Cara Deteksi Kanker secara Dini, Yuk Kenali dan Atasi dengan Bijak!

Cara deteksi kanker menjadi salah satu upaya dalam mengenali keberadaan kanker sebelum penderita mengalami gejala dari penyakit tersebut. Dengan mengenalinya sedini mungkin maka si penderita pun akan mendapat penanganan yang cepat sehingga dapat mencegah terjadinya keparahan. Penanganan yang tepat akan memberikan peluang sembuh yang semakin tinggi.

Penyakit kanker menjadi salah satu penyakit kronis yang jarang orang sadari. Penyakit ini juga lebih mudah menjangkit beberapa kalangan seperti lanjut usia, orang dengan riwayat kanker, atau bisa juga karena keturunan. Maka dari itu, biasanya orang yang memiliki risiko terkena kanker dianjurkan memeriksakan kesehatannya secara berkala.

Cara Deteksi Kanker Dini

Berikut beberapa cara deteksi kanker sedini mungkin agar dapat mencegah keparahannya.

Mamografi

Cara deteksi kanker dini yang pertama bisa kamu lakukan dengan menggunakan bantuan alat bernama mamografi. Mamografi merupakan alat X-ray untuk mendeteksi dan mendiagnosis kanke payudara. Agar dapat mencegah kanker, maka kamu perlu melakukan skrining guna menghindari komplikasi lebih lanjut jika terdeteksi kanker.

Skrining mamografi direkomendasikan untuk dilakukan setiap tahun bagi wanita usia lebih dari 45 tahun. Akan tetapi bagi orang yang memiliki riwayat keluarga kanker payudara sebaiknya mulai rutin skrining sejak usia muda.

Kolonoskopi

Untuk dapat mendeteksi kanker, kamu juga bisa mencoba melakukan kolonoskopi. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi kanker kolon atau usus besar. Prosedur kerja alat ini yaitu dengan memasukkan selang ke dalam anus, rektum, dan usus besar. Alat yang digunakan berupa tuba panjang fleksibel dengan lebar seukuran jari yang di ujungnya terdapat kamera.

X-ray Dada

Cara deteksi kanker yang selanjutnya bisa dilakukan juga dengan cara pemeriksaan X-ray atau rontgen dada. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau dan mendeteksi adanya kanker pada paru-paru Anda. Jika pada saat pemeriksaan ditemukan adanya sel kanker maka pemeriksaan akan berlanjut ke pemeriksaan CT scan.

Pemeriksaan CT scan akan membuat setiap lapis bagian tubuh terlihat lebih jelas dan detail. Dengan begitu maka bentuk dan posisi tumor atau kanker akan terlihat lebih jelas.

Tes PSA

Tes PSA atau prostate specific antigen merupakan protein yang dibuat oleh sel pada kelenjar prostat. Umumnya, PSA ditemui di cairan semen atau jumlah kecil dapat ditemui pada darah. Jika kadar PSA meningkat maka bisa jadi ada keganasan prostat.

The American Cancer Society menyebutkan, jika terdapat peningkatan kadar PSA lebih dari 4 ng/mL, disarankan pria untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kemudian, jika kadar PSA >10 ng/mL maka risiko kanker prostat pada seorang pria lebih dari 50%.

Pap smear

Cara deteksi kanker yang selanjutnya yaitu dengan melakukan pap smear. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi adanya sel prakanker pada serviks. Dalam pemeriksaan pap smear, dokter akan menggunakan spekulum untuk membuka vagina. Kemudian, dengan alat khusus, sebagian jaringan serviks dan ara sekitarnya diambil.

Pemeriksaan pap smear dianjurkan dimulai sejak usia 21 tahun atau jika sudah aktif secara seksual. Jika hasil pemeriksaan normal maka Anda bisa kembali memeriksakan ulang setelah tiga tahun kemudian.

Itulah beberapa cara deteksi kanker secara dini dengan menjalani pemeriksaan medis. Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati, jadi segeralah cek kesehatanmu sebelum kanker menyerang tubuhmu. (Ume/Djavatoday)

Peroleh Asupan Energi untuk Proses Pemulihan, Berikut 5 Jenis Olahan Makanan untuk Meredakan Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan merupakan masalah kesehatan yang cukup umum bagi beberapa orang. Kondisi tersebut biasanya ditandai oleh beberapa gejala, seperti rasa nyeri saat menelan, tenggorokan...

Bahan Alami Pengusir Nyamuk yang Efektif dan Mudah Ditemukan di Rumah

Nyamuk sering menjadi masalah yang mengganggu, terutama saat musim hujan atau ketika cuaca sedang lembap. Selain menimbulkan rasa gatal, gigitan nyamuk juga berisiko membawa...

Manfaat Daun Nangka untuk Kesehatan, Lengkap dengan Cara Mengolah dan Mengonsumsinya

Daun nangka selama ini lebih sering dikenal sebagai pakan ternak atau pembungkus makanan tradisional. Padahal, di balik bentuknya yang tebal dan berwarna hijau tua,...

Manfaat Buah Lampeni untuk Kesehatan, Lengkap dengan Cara Mengonsumsinya

Buah lampeni mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Padahal, buah kecil berwarna merah keunguan hingga hitam ini sudah lama dikenal masyarakat sebagai tanaman...

Terbaru