Selasa, Oktober 26, 2021

Kasus Corona di Pangandaran Melonjak, Obyek Wisata Ditutup Sementara

Berita Pangandaran (Djavatoday.com),- Kasus Corona di Pangandaran melonjak dalam dua hari terakhir. Pemkab Pangandaran memutuskan menutup semua obyek wisata untuk mengatasi penyebaran Covid-19.

“Kami memutuskan untuk menginjak rem, pertama semua obyek wisata Pangandaran ditutup sementara 10 hari ke depan sejak Selasa (29/6/2021),” ujar Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata kepada wartawan Minggu malam (27/6/2021).

Baca juga:

Pemkab Pangandaran pun akan memperketat PPKM Mikro di 3 desa, yakni Pangandaran, Babakan dan Purbahayu. Desa itu terdapat di Kecamatan Pangandaran yang merupakan pusat aktivitas pariwisata, yang membuat kasus Corona di Pangandaran melonjak signifikan.

“Memperketat PPKM mikro di desa itu, akses keluar masuk warga kami pantau, termasuk kegiatan yang berpotensi kerumunan dilarang,” jelasnya.

Pemkab Pangandaran pun akan mengimbau wisatawan untuk pulang. Sehingga pada saat penutupan kondisi obyek wisata sudah kosong dari wisatawan.

Aktivitas masyarakat pun dibatasi, seperti pasar dan restoran tutup pukul 16.00 WIB. Berbagai kegiatan yang mengundang kerumunan seperti pengajian dan resepsi pernikahan sementara dilarang.

Akibat kasus Covid-19 di Pangandaran yang melonjak, Pemkab Pangandaran pun berlakukan 100 persen work from home (WFH) untuk kantor pemerintahan.

“Banyak terjadi klaster perkantoran. Beberapa pegawai terpapar Covid-19 jadi 10 hari ke depan WFH 100 persen,” kata Jeje.

Sekadar diketahui, dalam dua hari kemarin pada Sabtu (26/6/2021) dan Minggu (27/6/2021), kasus Corona di Pangandaran melonjak. Tercatat 11 orang meninggal dunia karena Covid-19. Kasus Covid-19 aktif sebanyak 330 orang, diantaranya 55 orang dirawat di RSUD Pandega, sisanya isolasi mandiri. (Ayu/CN/Djavatoday)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA TERBARU