Selasa, Juli 23, 2024

Warga Kampung Rumah 8 yang Terpencil di Ciamis Ingin Akses Jalan yang Layak

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kampung Rumah 8 merupakan sebuah kampung yang cukup terpencil di Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis. Warga di Kampung Rumah 8 berharap memiliki akses jalan yang layak.

Selama ini untuk keluar masuk kampung tersebut memerlukan perjuangan yang cukup berat. Akses jalan melewati hutan jati yang cukup ekstrem. Ke kampung itu hanya dapat diakses menggunakan sepeda motor dengan ban khusus atau jalan kaki.

Ketua RT setempat Eli Yuliana mengaku sudah sejak lama warga Kampung Rumah 8 mendambakan akses jalan yang baik. Namun hingga kini belum ada realisasi, warga hanya bisa mengandalkan akses jalan yang melewati hutan dan juga terjal.

Eli pun mengaku sudah mengajukan akses jalan ke Pemerintah Desa Bunter. Ada pun potensi jalan yang akan dibuat dengan memakai program JUT atau jalan usaha tani. Sehingga selain untuk akses warga juga bisa dipakai untuk usaha pertanian.

“Yang dibutuhkan warga di sini adalah akses jalan. Sudah diajukan melalui Program JUT. Jadi jalan tidak ke hutan lagi tapi lewat area persawahan. Kalau sekarang akses itu tidak bisa dilewati motor. Semoga bisa terealisasi. Informasinya baru akan dibuat jembatan dulu di tahun ini,” ujar Eli belum lama ini.

Cerita Warga Kampung Rumah 8 Melahirkan di Jalan Gegara Akses Sulit

Eli bercerita sulitnya warga Kampung Rumah 8 dalam menjalani kehidupan di tengah keterbatasan akses jalan. Seperti ketika ada warga yang sakit atau pun yang melahirkan.

“Repot kalau ada yang sakit atau mau melahirkan. Kemarin juga yang mau melahirkan digotong pakai sarung untuk ke bidan. Tapi tidak sempat, keburu berojol di jalan. Untungnya di sini ada indung beurang (paraji). Jadi kalau ada yang hamil, bidannya harus dijemput dibawa ke sini,” ungkap Eli.

Kesulitan lainnya adalah akses pendidikan. Sekolah yang ada jaraknya cukup jauh, sehingga anak-anak harus diantarkan pada saat berangkat. Tapi pada saat pulang terkadang mereka harus berjalan kaki melewati hutan. Hal itu karena, orang tuanya tidak sempat jemput karena bekerja.

“Di sini ada dua anak yang sekolah. Setiap pagi di antar, kalau pulang kadang jalan kaki. Yang dikhawatirkan itu kan lewat hutan, banyak monyet dan juga kawanan babi hutan, takut diserang. Hewan itu juga sering datang ke permukiman, tapi selama tidak mengganggu mah aman,” jelasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

DPRD Ciamis Bersama Pj Bupati Sepakati Dua Raperda Jadi Perda, Ada RPJPD 2025-2045

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- DPRD Ciamis bersama Pj Bupati Ciamis Engkus Sutisna sepakati dua Raperda jadi Perda. Keduanya menandatangani persetujuan bersama saat Rapat Paripurna DPRD...

Peringatan Muharram, Paguyuban Bagja Desa Jalatrang Ciamis Gelar Bakti Kesehatan Khitanan Massal

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Paguyuban Bagja Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, menggelar Bakti Kesehatan khitanan massal. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka semarak Muharram. Khitanan Massal...

Pilkada 2024, Ketua Korpri Ciamis Imbau ASN Jaga Netralitas

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Ketua Korpri Ciamis, Erwan Darmawan mengimbau kepada ASN di Kabupaten Ciamis agar dapat menjaga netralitas dalam Pilkada tahun 2024. "Jaga kondusifitas daerah...

Buka Muskercab, Pj Bupati Ciamis Apresiasi NU dalam Membangun Persatuan Bangsa

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pj Bupati Ciamis, Engkus Sutisna resmi membuka Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II Nahdlatul Ulama Kabupaten Ciamis. Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Kantor...
IMG-20240721-WA0006
IMG-20240721-WA0006

Terpopuler

Lainnya