Candi Abang Yogyakarta, Wisata Sejarah dengan Panorama Indah

Candi Abang Yogyakarta mungkin masih terdengar asing di telinga mayoritas orang karena Candi Borobudur dan Prambanan lebih populer. Padahal candi ini menyimpan nilai sejarah dengan mitos yang berkembang di kalangan masyarakat sekitarnya. Selain itu, panorama yang tersaji di Candi Abang Yogyakarta juga patut untuk Anda nikmati. Apalagi bagi Anda pencinta sunset dan sunrise yang aesthetic.

Objek wisata ini bisa menjadi alternatif bagi Sobat Djava yang ingin healing dengan biaya yang super murah. Sebelum berkunjung ke sini, simak terlebih dahulu informasi berikut ini sebagai referensi, ya!

Baca juga: Rekomendasi Wisata Yogyakarta Paling Seru untuk Liburan

Daya Tarik Candi Abang Yogyakarta

Candi Abang Yogyakarta menyuguhkan lanskap pegunungan dan perkotaan yang indah dari ketinggian bukitnya. Sebenarnya candi yang nampak bukanlah sebuah bangunan layaknya Candi Borobudur ataupun Candi Prambanan. Melainkan berupa reruntuhan candi yang berada di puncak bukit kecil yang penuh dengan rerumputan hijau.

Penamaan ‘abang’ yang berarti ‘merah’ sendiri karena dulunya bangunan candinya terbuat dari batu bata merah. Ini adalah suatu keunikan sebab biasanya candi terbuat dari batu. Meskipun bangunannya telah runtuh, tempat ini tetap sering wisatawan kunjungi karena pemandangan bukitnya yang indah.

Candi Abang Yogyakarta juga cocok menjadi sunrise point dan sunset point. Tempatnya memang tidak begitu tinggi, tetapi pas menjadi tempat bersantai sembari menikmati hangatnya cahaya matahari. Bukit kecil yang hijau dengan pepohonan di beberapa titiknya juga menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Panoramanya akan lebih indah saat cuaca cerah pada musim hujan, saat rumputnya tumbuh subur menghijau.

Piknik dan Hunting Foto

Bagi Anda yang ingin berlibur dengan mengadakan piknik bersama keluarga ataupun sahabat, tempat ini bisa menjadi lokasi yang tepat. Selain harganya murah, lokasinya yang terlapisi rumput hijau dan suasana sejuk membuatnya cocok menjadi tempat piknik. Sobat Djava bisa menikmati lanskap pemandangan sembari bersenda gurau dan menyantap hidangan ala-ala piknik cantik.

Jangan lupa abadikan momen piknikmu dengan berfoto menggunakan lensa kamera terbaik. Backgorund bukit hijau dan langit biru akan menjadi kombinasi epik untuk menciptakan foto yang instagramable. Bagi Anda yang hobi fotografi, cobalah sesekali hunting foto di sini saat pagi atau sore hari. Pemandangannya akan sangat layak untuk Anda abadikan!

Harga Tiket Masuk Candi Abang Yogyakarta

Berlibur memang terkadang membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Namun, itu tidak berlaku di objek wisata ini karena pihak pengelola wisata tidak mematok harga tiket masuknya. Pengunjung cukup membayar biaya parkir kendaraan dengan biaya yang juga sangat terjangkau, yakni sekitar Rp2.000-Rp5.000 saja. Harga ini bisa saja berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pihak pengelola Candi Abang Yogyakarta.

Fasilitas dan Jam Operasional

Destinasi wisata yang berada di daerah Sleman ini belum memilki fasilitas ataupun sarana yang lengkap dan memadai. Pengunjung hanya akan menemukan fasilitas area parkir kendaraan dan papan informasi yang menerangkan sejarah candi ini. Fasilitas toilet telah tersedia, berada dekat dengan area parkir kendaraan. Belum begitu banyak warung-warung yang berjualan di lokasi, jadi sebaiknya Anda membawa bekal dari rumah, ya!

Adapun jam operasional objek wisata Candi Abang Yogyakarta adalah mulai buka pukul 07.00 dan tutup pukul 18.00 WIB setiap hari. Waktu terbaik untuk mengunjungi objek wisata ini adalah saat pagi dan sore hari. Jika Anda datang saat siang hari, jangan lupa membawa topi karena mataharinya akan terasa menyengat sekalipun angin tetap berhembus.

Lokasi Candi Abang Yogyakarta

Candi Abang Yogyakarta berada di daerah Sleman. Tepatnya di Blambangan, Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta 55573. Berjarak sekitar 16 kilometer dari pusat kota Yogyakarta atau memerlukan waktu tempuk sekitar 30-40 menit perjalanan. Untuk mengakses lokasinya, Anda bisa melewati jalan Jojgja-Wonosari, kemudian Pertigaan Piyungan dan pilih jalan Prambanan-Piyungan.

Terus ikuti jalannya hingga menemukan papan nama bertuliskan “Candi Abang Yogyakarta”. Setelah sampai dan memarkirkan kendaraan, Anda harus berjalan kaki untuk bisa sampai di puncak bukit. Perjalanan mendakinya hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit. Jika Anda membawa sepeda, bisa melewati jalur lain dan mencapai puncak bukit dengan mengayuh sepeda.

Itulah beberapa informasi penting tentang Candi Abang Yogyakarta. Objek wisata ini recommended bagi Anda yang gemar healing saat akhir pekan. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan di sana, ya! (Ris/Djavatoday)

Festival Layang Lakbok 2026, Wisata Malam Penuh Warna di Ciamis Selatan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kembali menghadirkan agenda wisata budaya yang menarik untuk dikunjungi. Festival Layang Lakbok 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22-24...

Bukan Sebatas Motoran di Pagi Hari, Ini Dia 5 Alasan Mengapa Sunmori Banyak Digemari!

Sunmori atau Sunday Morning Ride ialah kegiatan berkendara yang dilakukan pada hari Minggu pagi. Sunmori menjadi salah satu kegiatan yang ramai digemari oleh pengendara...

Eksplor Keindahan Alam Curug Citambur, Berikut Daya Tarik dan Tips Berkunjung Agar Perjalanan Terasa Nyaman!

Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dikenal memiliki sederet destinasi wisata populer yang acapkali menjadi tempat tujuan para wisatawan luar kota di kala libur panjang. Cianjur...

Rekomendasi Wisata yang Menggabungkan Unsur Edukatif dan Interaktif untuk Gen Alpha

Di tengah ekosistem digital, banyak orang tua yang mengajak anaknya untuk mencoba berbagai hal. Salah satunya melalui kunjungan ke tempat wisata yang tidak hanya...

Terbaru