Selasa, Oktober 26, 2021

Pembelajaran Tatap Muka saat Pandemi di Ciamis Dimulai Lagi

Berita Ciamis (Djavatoday.com)- Pembelajaran Tatap Muka (PTM) saat pandemi kembali digelar Senin (24/5/2021) selama sebulan. Setelah sebelumnya melaksanakan uji coba selama dua minggu di bulan ramadhan.

Dalam uji coba sebelumnya sejumlah sekolah melaksanakannya secara bergantian pagi dan siang. Namun kali ini SMP di Ciamis melaksanakannya dengan sistem masuk sekolah selang sehari.

Baca juga:

Kepala SMPN 1 Ciamis Agus Sumantri mengatakan pihaknya melakukan sistem ini untuk menghindari kerumunan. Sementara yang tidak masuk sekolah masih melaksanakan daring.

“Sesuai surat edaran Bupati Ciamis yang masuk 50 persen dari jumlah siswa. Dengan sistem masuk selang sehari juga untuk memudahkan pengawasan terhadap siswa baik ketika masuk atau keluar sekolah,” ujarnya.

Agus mengungkapkan PTM kali ini yang masuk sekolah hanya kelas VII dan VIII. Pengaturannya bergantian, sehari kelas VII kemudian besoknya kelas VIII. Sementara kelas IX tidak sekolah karena sudah selesai ujian akhir.

“Hari pertama pelaksanaan pembelajaran tatap muka saat Pandemi diikuti oleh siswa kelas VII. Alhamdulillah mereka sangat antusias. Mungkin karena sebelumnya lama tidak sekolah jadi terlihat semangat,” kata Agus.

Setelah berhasil dalam uji coba pembelajaran tatap muka selama dua minggu di bulan ramadhan. Akhirnya Pemkab Ciamis memutuskan untuk melanjutkan PTM selama satu bulan.

Dalam surat edarannya Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memperbolehkan sekolah yang berada di zona kuning dan hijau untuk melaksanakan PTM. Selain itu sekolah yang sudah terverifikasi layak dalam penerapan protokol kesehatan.

“Bagi guru yang sudah divaksin boleh mengajar. Sementara yang belum divaksin tidak diperbolehkan,” ujar Herdiat

Aturan lain, tenaga pendidik yang berasal dari zona merah dan oranye tidak diperbolehkan mengajar dalam pembelajaran saat Pandemi Covid-19. Ketentuan ini juga berlaku bagi siswa.

“Bagi siswa yang tidak belajar di sekolah, pembelajaran dengan cara daring. Dan guru juga harus datang lebih awal sebelum siswa. Sedangkan kapasitas siswa yang boleh hadir 50 persen dari jumlah siswa,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA TERBARU