Bekali Santri, Pesantren Banyulana Ciamis Bergerak di Pertanian-Peternakan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pesantren Banyulana Ciamis berdiri tahun 79. pesantren ini tetap bertahan sebagai pesantren salafiah berada di Desa Jelat, Kecamatan Baregbeg, Ciamis, Jawa Barat.

Pesantren ini tidak memilikj lembaga pendidikan formal. Saat ini tercatat memiliki 80 orang santri. Mayoritas orang Ciamis. Namun ada juga dari luar daerah seperti Garut, Cianjur, Berebes hingga Sumatera.

Uniknya, sebanyak 60 persen santri mendapat subsidi dari pesantren. Selain itu, pesantren ini juga mandiri dengan mengandalkan hasil pertanian dan peternakan untuk membekali para santrinya.

Seperti menanam padi, holtikultura, sayuran, buah-buahan dan peternakan ikan mujaer. Bahkan kini pesantren tersebut sudah memiliki green house untuk mengembangkan pertaniannya. Seluruh pengelolaannya dilakukan oleh santri dari mulai menanam hingga produksi.

“Sejak pesantren ini berdiri dan ada santri, kita bergerak pada pertanian dan peternakan dengan memanfaatkan lahan sekitar setengah hektar. Tujuan utamanya untuk membekali para santri supaya memiliki keterampilan bekal saat kembali ke masyarakat,” ujar Pimpinan Pesanten Banyulana Kabupaten Ciamis KH Darif Haidarifan, Kamis (21/10/2021).

Darif menjelaskan kegiatan santri sehari-hari selain mengaji juga aktif di ladang. Dari mulai menanam, memelihara hingga panen. Bahkan produksi pupuk sendiri atau jamu sehat tanaman.

“Intinya pertanian dan peternakan ini bukan berorientasi pada materi. Tapi kami melakukannya untuk memenuhi kebutuhan pesantren, kebutuhan para santri. 60 persen santri disini bersubsidi, tidak membawa bekal dari rumah,” jelasnya.

Bahkan Pesantren Banyulana Ciamis sudah meluncurkan ‘Magrib’ atau Madrasah Agrikultur Banyulana. Sehingga belajar pertanian di pesantren ini memiliki kurikulum. Para santri pun bisa mengembangkan pengetahuan bidang pertanian dan perikanan secara langsung.

“Mentornya juga dari tenaga ahli, ada dari BP3K dan Dinas Pertanian. Alhamdulillah Pemkab Ciamis pun sangat mendukung. Bahkan membantu dalam hal legalitas, seperti P4S, pusat penyuluhan pertanian swadaya. Sehingga para santri nantinya punya sertifikat dan bisa memberikan praktek langsung ke masyarakat,” jelasnya.

Camat Apresiasi Pesantren Banyulana Ciamis

Sementara itu, Camat Barebeg Edy Yulianto mengatakan sudah mengetahui Pesantren Banyulana ini satu-satunya pesantren bergerak di bidang pertanian dan peternakan.

“Mereka tidak hanya konsentrasi pada keagamaan. Tapi juga memberikan bekal kepada santrinya untuk kehidupannya. Jadi tidak tergantung pada dunia luar tapi mandiri. Bisa disebut juga pesantren pertanian,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

Tangis Haru Sambut Jemaah Haji Ciamis, Kloter 15 Pulang Lebih Cepat dari Jadwal

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Wajah-wajah penuh kebahagiaan terlihat di tengah kerumunan keluarga yang sejak siang menanti kedatangan rombongan jemaah haji asal Kabupaten Ciamis. Pelukan hangat,...

Cegah Perundungan Sejak Dini, Polsek Ciamis Beri Penyuluhan di SDN 2 Tanjungsari

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman terus dilakukan jajaran Polres Ciamis. Salah satunya dengan menggelar pembinaan dan penyuluhan langsung...

Hari Jadi ke-384 Ciamis Diperingati Khidmat, Semangat Kebersamaan Menguat di Tatar Galuh

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Suasana khidmat bercampur semarak mewarnai peringatan Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis yang digelar Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jumat (12/6/2026). Momentum bersejarah tersebut...

Bangun Generasi Berkarakter, Polwan Ciamis Enam Bulan Dampingi Anak-Anak Belajar

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Komitmen kepolisian dalam membangun sumber daya manusia sejak usia dini terus diwujudkan melalui berbagai program edukatif. Salah satunya dilakukan jajaran Polres...

Terbaru