Prihatin Banyak Rumah Tak Layak Huni, Dua Warga Bojonggambir Tasikmalaya Datangi Istana Negara

Berita Tasikmalaya (Djavatoday.com),- Kepedulian dua warga Desa Campakasari, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, berbuah hasil manis. Berawal dari keprihatinan terhadap kondisi rumah-rumah warga yang tidak layak huni, keduanya nekat pergi ke Jakarta untuk menyuarakan aspirasi masyarakat hingga ke Istana Negara.

Adalah Taip Salimadin dan Komarudin, dua sosok sederhana yang membawa harapan besar bagi ratusan keluarga di desanya. Dengan biaya pribadi, tanpa dukungan pemerintah desa, mereka berangkat ke Jakarta demi memperjuangkan bantuan perbaikan rumah bagi warga kurang mampu.

“Demi Allah, saya ke Jakarta pakai uang sendiri, tidak ada bantuan sepeser pun dari desa atau masyarakat,” ujar Taip saat ditemui di rumahnya di Bojonggambir, Kamis (7/11/2025).

Taip mengaku aksi nekatnya berawal dari rasa tidak tega melihat banyak rumah warga yang nyaris roboh dan tidak layak ditempati. Ia bahkan sering sulit tidur memikirkan nasib tetangganya yang hidup dalam kondisi memprihatinkan.

Menurutnya, selama lima tahun terakhir, belum pernah ada satu pun pengajuan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pihak pemerintah desa ke Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya.

“Kami sudah cek ke dinas PUPR, ternyata tidak pernah ada pengajuan dari Desa Campakasari. Padahal kondisi di lapangan sangat memprihatinkan,” kata Taip sambil menggelengkan kepala.

Tidak tinggal diam, Taip bersama Komarudin kemudian mendatangi kantor Desa Campakasari untuk meminta klarifikasi. Dari pihak sekretaris desa, diketahui bahwa sejauh ini baru dilakukan pendataan awal, tanpa ada tindak lanjut pengajuan ke kabupaten.

“Katanya memang baru sebatas pendataan dan belum diajukan, karena kewenangan ada di kepala desa,” jelas Taip.

Mengetahui hal itu, ia pun meminta data resmi dari pihak desa untuk dijadikan dasar pengajuan langsung ke pemerintah pusat. Dengan tekad kuat, keduanya akhirnya memutuskan menemui Kementerian PUPR melalui jalur resmi setelah diarahkan oleh pihak Istana Negara.

Langkah berani dua warga tersebut mendapat sambutan baik. Pihak kementerian bahkan menindaklanjuti laporan mereka dengan menjanjikan program bantuan RTLH untuk 200 unit rumah di Desa Campakasari.

“Alhamdulillah, di Istana kami diterima dengan baik dan diarahkan langsung ke kementerian terkait. Hasilnya sangat memuaskan, karena pengajuan bantuan untuk 200 rumah akan diprioritaskan,” ungkapnya penuh syukur.

Jika tidak ada kendala, program pembangunan rumah layak huni itu akan direalisasikan dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

“Insya Allah, mudah-mudahan dua atau tiga bulan lagi bantuan RTLH untuk 200 rumah bisa segera terealisasi,” pungkas Taip dengan nada optimistis. (Ayu/CN/Djavatoday)

Pasutri di Tasikmalaya Edarkan Sabu, Gunakan Kode Ukuran Baju

Berita Tasikmalaya (Djavatoday.com),- Pasangan suami istri asal Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, ditangkap Satnarkoba Polres Tasikmalaya karena terlibat peredaran sabu. Keduanya, OR (34) dan AI...

Trenggiling Hidup dan Mati Diamankan, Dua Pelaku di Tasikmalaya Terancam 15 Tahun Penjara

Berita Tasikmalaya (Djavatoday.com),- Praktik perdagangan satwa liar dilindungi kembali terungkap di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Aparat Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil membongkar jaringan perburuan dan penjualan...

Trenggiling Diburu dan Dijual Online, Polisi Ringkus Dua Pelaku di Tasikmalaya

Berita Tasikmalaya (Djavatoday.com),- Praktik perburuan dan perdagangan satwa dilindungi kembali terungkap di wilayah Tasikmalaya. Dua buruh harian lepas asal Kecamatan Karangnunggal diamankan aparat kepolisian...

Kasus Dugaan Penganiayaan Tokoh Agama di Cikatomas Ditangani Polisi

Berita Tasikmalaya (Djavatoday.com),- Peristiwa dugaan penganiayaan terhadap seorang tokoh agama di Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, sempat menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di...

Terbaru