Rabu, Juni 19, 2024

Post Truth Era: Situasi ketika Kebohongan Menyamar menjadi Kebenaran

Post truth era adalah sebuah kondisi di mana sebuah kebohongan dapat diterima menjadi sebuah kebenaran. Situasi ini terjadi dengan cara memberikan perlakuan dalam memainkan daya tarik emosi yang dapat mempengaruhi publik. Post truth era ditandai dengan keyakinan personal yang lebih dominan dibanding dengan informasi terkait fakta sesungguhnya. Jika hal ini terus dibiarkan maka akan berpotensi merusak kredibilitas sebuah informasi.

Di zaman ini kita bisa menerima informasi dari berbagai sumber, salah satunya yaitu media sosial. Kelebihan media sosial dalam menjangkau puluhan juta orang ternyata juga dapat menimbulkan dampak negatif. Mengutip Katadata Insight Center (KIC), di Indonesia setidaknya terdapat 30 sampai 60 persen orang terpapar hoaks saat mengakses dan berkomunikasi melalui dunia maya. Sementara itu, hanya terdapat 21 sampai 36 persen masyarakat yang mampu mengenali dan memilah informasi yang didapatkan.

Kondisi ini bisa menjadi ancaman bagi keberlangsungan hidup manusia di berbagai aspek kehidupan. Orang yang terkena post truth akan menutup dirinya terhadap fakta sesungguhnya. Ia akan cenderung mempertahankan opininya meski sudah diberikan berbagai macam fakta. Untuk mengetahui lebih lanjut terkait dengan post truth era, mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Post Truth Era

Post truth era adalah keadaan di mana masyarakat tidak terlalu peduli dengan kebenaran. Pertama kali dipopulerkan oleh Steve Tesich pada tahun 1992. Pada awalnya istilah ini dipakai dalam dunia politik saat mereka melakukan kontes politik dalam memperebutkan kursi parlemen dan/atau tujuan politik lainnya.

Namun istilah ini juga bisa digunakan dalam bidang lain, loh. Bahkan mungkin Sobat Djava sebenarnya sering mengalami kondisi ini dalam kehidupan sehari-hari. Analogi sederhananya adalah orang yang terjebak post truth ini selalu yakin dengan apa yang ia percayai dan menutup kritik dari orang lain meski orang tersebut memberikan fakta yang sebenarnya. Dalam kata lain, mereka akan selalu mencari pembenaran daripada kebenaran.

Faktor

Salah satu faktor utama terjadinya post truth adalah sikap emosi dan keyakinan yang terlalu kuat dalam mencari sebuah informasi. Post truth era mengemas informasi bohong seolah benar dengan cara menyentuh emosi khalayak umum. Perlakuan ini akan merangsang timbulnya keputusan dari masyarakat tanpa mencari informasi yang lebih lengkap.

Dampak

Post truth era akan berdampak pada keberlangsungan hidup masyarakat. Rasa enggan dalam menerima fakta yang sebenarnya akan mempengaruhi keputusan dan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya. Post truth akan menjadi sebuah kambing hitam yang digunakan untuk mencuci opini publik.

Akibat lain yang dapat muncul adalah perubahan karakter pada seseorang. Ia akan menjadi sosok yang anti kritik dan selalu merasa paling benar.

Cara menghindari

Post truth era ini perlu kita hentikan agar kita tidak mudah dibohongi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Sebagai pengguna media sosial, kita harus lebih bijak dalam menerima informasi. Oleh karena itu, carilah sumber informasi yang kredibel.

Selain itu, kamu juga harus lebih pintar dalam bermedia sosial. Jangan mudah terpancing dan percaya dengan informasi yang tidak jelas kebenarannya. Lakukan riset lebih dalam agar kamu bisa menyimpulkan dengan lebih rasional dan didasarkan dengan fakta yang sesungguhnya. 

Post truth era perlu kita perangi bersama. Jangan mau dibodohi oleh berita yang tidak berdasarkan dengan fakta. Ketika mencari sebuah informasi, kamu harus bisa menerima fakta meskipun fakta tersebut tidak kamu sukai. Dengan begitu maka kamu akan terhindar dari post truth era ini. (Ume/Djavatoday)

Rekomendasi Beasiswa Kuliah S2 Luar Negeri Tanpa Batas Umur!

Rekomendasi beasiswa kuliah S2 ini bisa menjadi referensi bagi Sobat Djava yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kuliah memang menjadi kebutuhan...

6 Basic Manners yang Harus diajarkan kepada Anak Usia Dini

Anak usia dini memerlukan beberapa instruksi penting sebagai awal pembentukan karakter. Instruksi-instruksi ini nantinya harus diberikan dengan jelas oleh orang tua sebagai pihak yang...

Tips Belajar Tipografi bagi Pemula, Bikin Desainmu Makin Nyentrik

Tips belajar tipografi kali ini bisa diikuti oleh siapapun, bahkan untuk pemula yang tidak tahu apa-apa sebelumnya tentang tipografi. Tipografi memerlukan sebuah skill, loh....

Jalur Masuk Perguruan Tinggi di Indonesia, Calon Mahasiswa Harus Tahu!

Jalur masuk perguruan tinggi di Indonesia terdiri dari beberapa skema, tentunya dengan peluang lolos yang berbeda. Kamu yang bertekad melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi...
Kartu Anggota Perpus
Kartu Anggota Perpus
Daftar Perpus 1
Daftar Perpus 2

Terpopuler

Lainnya