Tidak sedikit orang memiliki kebiasaan menyantap makanan dalam keadaan hangat. Beberapa orang juga menganggap makanan yang dikonsumsi dalam keadaan dingin kurang terasa nikmat. Hal itulah yang membuat mereka kerap memanaskan kembali makanan sisa karena selain hemat waktu, cara ini juga dapat mengurangi pemborosan makanan.
Namun, proses pemanasan dapat menurunkan kandungan nutrisi sekaligus merusak protein. Bahkan ada sebagian makanan yang tidak boleh dipanaskan secara berulang karena dapat memicu beragam masalah kesehatan.
Makanan yang Sebaiknya Tidak Dipanaskan Kembali
Alih-alih memasak dari awal, memanaskan kembali makanan memang terdengar lebih cepat dan praktis. Akan tetapi, penting bagi kamu untuk mengetahui makanan apa saja yang sebaiknya tidak dipanaskan kembali, apalagi sampai berulang dan dilakukan secara sembarangan.
Bayam
Memanaskan kembali makanan seperti olahan bayam dapat menyebabkan oksidasi zat besi menjadi radikal bebas. Hal ini dikarenakan bayam mengandung banyak nitrat yang dapat berubah menjadi senyawa lain ketika dipanaskan kembali. Jika kamu memasak bayam, buatlah secukupnya dan segera konsumsi setelah matang.
Jamur
Memanaskan kembali makanan juga tidak disarankan untuk olahan jamur. Jamur dikenal memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, tapi apabila dipanaskan kembali, struktur proteinnya yang sensitif dapat mengalami perubahan kualitas sehingga berisiko menyebabkan gangguan pencernaan. Proses pemanasan juga berpotensi mengubah tekstur jamur menjadi lebih keras.
Telur
Sama seperti jamur, kandungan protein tinggi pada telur juga dapat menurunkan kualitasnya ketika dipanaskan secara berulang. Selain itu, tekstur dan rasanya juga akan ikut berubah. Telur cenderung lebih alot, membuatnya kurang nikmat ketika disantap.
Seafood (Hidangan Laut)
Seafood atau hidangan laut seperti ikan, udang, dan semacamnya sebaiknya tidak dipanaskan kembali karena dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Seafood pada dasarnya mudah membusuk dan menampung bakteri jika dibiarkan di suhu ruang dalam waktu yang cukup lama. Maka segeralah konsumsi seafood setelah matang dan hindari memanaskannya kembali.
Daging
Proses pemanasan pada daging tidak hanya dapat mengubah struktur proteinnya, tapi juga merusak kandungan gizinya. Saat dipanaskan kembali, nilai gizi yang meliputi vitamin dan mineral dapat menurun. Selain itu, olahan daging seperti opor, gulai, ataupun rendang yang mengandung santan dapat memicu asam lemak jenuh jika dipanaskan terus-menerus.
Itu dia deretan makanan yang tidak disarankan untuk dipanaskan kembali! Hal yang tidak kalah penting untuk kamu perhatikan berikutnya adalah makanan matang sebaiknya jangan dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Jika telanjur ada sisa dan ingin memanaskannya kembali, jangan lupa simpan dalam wadah tertutup dan dipanaskan hingga benar-benar panas sebelum dikonsumsi. Dengan memperhatikan cara penyimpanan dan pemanasan, makanan sisa tetap dapat dinikmati dengan lebih aman tanpa harus berakhir di tempat sampah. (Karin/Djavatoday)

