Makan sering kali terasa kurang nikmat tanpa pelengkap seperti kerupuk, sambal, dan sebagainya. Selain memperkaya rasa, beberapa pelengkap juga dibutuhkan untuk menambah tekstur crunchiness. Namun, deretan pelengkap ini ternyata dapat memicu berat badan baik, lho!
Tidak banyak orang tahu bahwa pelengkap makan mengandung kalori ekstra tanpa membuat perut kenyang lebih lama. Beberapa pelengkap juga mengandung kadar lemak tinggi sehingga berisiko membuat total kalori makanan utama melonjak drastis. Terlebih lagi jika kamu mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak.
5 Pelengkap Makan yang Bisa Bikin Berat Badan Naik
Makan dengan pelengkap seperti kerupuk, sambal, dan sebagainya seolah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Indonesia, terutama dalam kuliner Nusantara. Sebab rasanya kurang afdal jika dalam satu piring hanya ada hidangan utama. Lantas, apa saja deretan pelengkap makan yang sebaiknya jangan terlalu sering dikonsumsi? Berikut ulasannya!
Kerupuk
Pelengkap makan yang memicu berat badan salah satunya adalah kerupuk. Sebagai makanan pelengkap sejuta umat yang memiliki tekstur renyah dan cocok untuk melengkapi berbagai jenis hidangan, kerupuk memang membuat makan terasa lebih nikmat. Namun, kerupuk sebaiknya jangan terlalu sering dikonsumsi karena mengandung tambahan lemak dan kalori akibat proses penggorengan menggunakan minyak yang banyak.
Gorengan
Pelengkap makan yang memicu berat badan dan tak kalah digandrungi selanjutnya yaitu gorengan, mulai dari tempe tepung, tahu isi, bakwan, dan sejenisnya. Gorengan cenderung menyerap banyak minyak yang membuat kandungan kalorinya meningkat. Jika dikonsumsi bersama nasi dalam porsi banyak, gorengan dapat membuat total kalori dalam satu kali makan menjadi lebih tinggi.
Saus instan
Berbagai jenis saus instan seperti saus tomat, saus barbeque, dan saus sambal sering kali dijadikan pelengkap untuk memperkaya rasa. Biasanya disantap bareng ayam goreng, nugget, sosis, bakso, dan lain-lain. Namun, tahukah kamu bahwa beberapa produk saus instan mengandung gula yang cukup tinggi? Selain itu, saus instan juga tinggi natrium dan rendah serat.
Sambal dengan Banyak Minyak
Siapa di sini yang setiap kali makan harus ada sambal? Sambal memang identik dengan makanan Indonesia, begitu pun dengan sambal yang mengandung banyak minyak. Nah, jenis sambal seperti itulah yang dapat memicu berat badan akibat lemak jenuh dan tak jenuh yang ada di dalamnya. Makanan pedas dan berlemak juga riskan membuat nafsu makan bertambah.
Abon
Pelengkap makan yang memicu berat badan berikutnya yaitu abon. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang ringan membuat abon mudah dikonsumsi, bahkan tak terasa meski sudah menghabiskannya dalam jumlah yang banyak. Abon berasal dari bahan utama seperti daging atau ikan, kemudian dibuat dengan tambahan bumbu, gula, dan minyak. Proses pengolahannya juga membuat abon menjadi makanan yang cukup padat energi. Oleh karena itu, meskipun hanya digunakan sebagai taburan, porsinya tetap perlu diperhatikan.
Itu dia lima pelengkap makan yang bisa bikin berat badan naik! Mengonsumsi kerupuk, sambal, dan deretan pelengkap lainnya memang diperbolehkan. Namun, tetap perhatikan porsi dan frekuensinya. Cobalah membiasakan diri untuk mengurangi penggunaan minyak dan saus serta perbanyak mengonsumsi sayur agar energi yang masuk dan energi yang digunakan tubuh tetap seimbang. (Karin/Djavatoday)

