Berita Ciamis (Djavatoday),- Misteri pembuangan bayi laki-laki di depan rumah Kepala Dusun Karangkamulyan, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, belum terungkap. Lebih dari sepekan setelah bayi ditemukan, polisi masih mencari orang yang diduga menelantarkannya.
Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Carsono mengatakan, penyidik terus mendalami kasus tersebut dengan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi. Pencarian rekaman juga diperluas ke sejumlah titik yang diduga menjadi jalur kendaraan pelaku.
“Saat ini gabungan Satreskrim Polres Ciamis dan Polsek Cijeungjing masih melakukan pendalaman. Kami masih menyusuri CCTV di sekitar TKP maupun tempat-tempat lain yang diduga menjadi jalur perlintasan kendaraan tersebut,” kata Carsono di Polres Ciamis, Selasa (6/10/2026).
Selain rekaman kamera pengawas, polisi telah memeriksa sejumlah saksi. Penyidik juga berkoordinasi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Kabupaten Ciamis untuk membantu mengungkap asal-usul bayi tersebut.
“Kami juga sudah meminta keterangan sejumlah saksi-saksi dan berkolaborasi dengan Ikatan Bidan Indonesia yang berada di wilayah Kabupaten Ciamis. Mohon doanya, mudah-mudahan segera terungkap siapa yang membuang atau menelantarkan bayi tersebut,” ujarnya.
Hingga kini, polisi belum bisa memastikan kendaraan yang digunakan untuk membawa bayi ke lokasi. Minimnya pencahayaan di beberapa titik CCTV dan waktu kejadian yang berlangsung dini hari menjadi kendala penyelidikan.
“Kami belum bisa memastikan jenis kendaraannya apa. Beberapa titik CCTV itu cukup gelap, sementara kejadiannya juga berlangsung dini hari. Jadi belum ada saksi yang bisa memastikan jenis kendaraannya,” jelas Carsono.
Meski begitu, dari penyelidikan sementara, polisi menduga pelaku menggunakan kendaraan roda empat.
“Dugaan sementara masih kendaraan roda empat. Kami masih terus melakukan pendalaman,” katanya.
Bayi laki-laki tersebut ditemukan warga pada Sabtu (26/9/2026) dini hari. Lokasinya berada di depan rumah Kepala Dusun Karangkamulyan Entin Kartini, yang terletak di pinggir Jalan Raya Ciamis-Banjar.
Penemuan bermula ketika warga mendengar tangisan bayi dari arah rumah Entin. Seorang warga bernama Ica bersama Ketua RT kemudian mendatangi lokasi dan mendapati bayi berada di dalam kardus.
Malam sebelumnya, Entin mengaku baru pulang dari rumah warga yang sedang berduka sekitar pukul 23.30 WIB. Setelah tiba di rumah, ia langsung beristirahat.
“Saya tadi malam pulang melayat dari orang meninggal di sebelah timur, sama Pak RW. Sekitar setengah dua belas saya pulang ke rumah, lalu tidur,” kata Entin saat ditemui Sabtu (26/9/2026).
Sekitar pukul 01.00 WIB, Entin dibangunkan Ketua RW. Saat itu, sejumlah warga telah berkumpul di sekitar rumahnya. Entin baru mengetahui ada bayi setelah diberi tahu warga.
Bayi kemudian dibawa ke Puskesmas Cijeungjing untuk menjalani pemeriksaan. Kondisi awal bayi dinyatakan sehat dan selanjutnya direncanakan mendapat pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit.
“Alhamdulillah kondisinya sehat. Setelah dari Puskesmas, rencananya dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa bagian dalamnya, takut ada apa-apa,” ujarnya.
Entin memperkirakan berat bayi sekitar 3 kilogram. Secara fisik, bayi juga terlihat terawat. Tali pusarnya telah dipotong, tetapi belum terlepas sepenuhnya.
“Sepertinya normal, sekitar tiga kilo. Tali pusarnya juga belum putus, tapi sudah dipotong,” ucap Entin.
Saat ditemukan, bayi berada di dalam kardus bersama sejumlah perlengkapan, seperti kain samping, kain bedong berbahan flanel, dan pakaian bayi.
Kini bayi tersebut berada dalam pengawasan Dinas Sosial Kabupaten Ciamis dan dititipkan untuk mendapatkan perawatan di sebuah yayasan di Bandung. Sementara itu, polisi masih terus memburu pihak yang diduga meninggalkan bayi tersebut. (Ayu/CN/Djavatoday)

