Berita Banjar (Djavatoday), – Layanan shuttle bus DAMRI dari Stasiun Banjar menuju Tourism Information Center (TIC) Pangandaran menghadapi penolakan tegas dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Banjar.
Menurut Ketua Organda, Wahyudin, langkah ini diambil karena belum tercapainya kesepakatan yang jelas antara pihak DAMRI, Pemkab Pangandaran, Pemkot Banjar, dan pihak terkait lainnya.
“Kami meminta agar layanan ini dihentikan sementara hingga ada komunikasi dan persiapan yang matang. Apalagi, Organda di Pangandaran juga telah terbentuk, jadi butuh sinergi lebih lanjut,” ujar Wahyudin, Senin (17/3/2025).
Wahyudin menambahkan bahwa tanpa komunikasi yang memadai dan dukungan semua pihak, operasional shuttle bus ini berisiko menimbulkan ketidaknyamanan. Ia menegaskan bahwa jika layanan tetap dipaksakan, Organda Kota Banjar tidak akan bertanggung jawab atas kemungkinan insiden di lapangan.
“Jumlah anggota Organda kami mencapai ribuan unit. Ketika pihak DAMRI meminta izin, kami tidak memberikannya. Kalau mereka tetap memaksakan, itu urusan mereka. Namun, kalau ada hal yang tidak diinginkan, kami tidak akan bertanggung jawab,” katanya.
Layanan shuttle bus DAMRI ini akan menghubungkan Stasiun Kereta Api Banjar dengan TIC Pangandaran. Dari TIC Pangandaran, bus akan mulai beroperasi pukul 08.30 WIB, sedangkan dari Stasiun Banjar dimulai pukul 05.00 WIB. Namun, hingga saat ini, pihak Organda Banjar belum mengizinkan operasional tersebut berlangsung.
Penolakan ini menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi dan komunikasi lintas pihak sangat diperlukan demi menjaga kondusivitas dan kenyamanan semua pihak. Akankah DAMRI, Pemkab Pangandaran, dan Organda berhasil mencapai titik temu? (Diana/CN/Djavatoday)

