Ciamis Bidik Tren Wisata Pengalaman dan Wellness, Alam dan Budaya Jadi Andalan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis mulai menyesuaikan strategi pengembangan pariwisata dengan perubahan minat wisatawan. Jika sebelumnya pariwisata banyak mengandalkan mass tourism, kini wisata berbasis pengalaman dan wellness tourism dinilai memiliki peluang yang semakin besar.

Sekretaris Dinas Pariwisata Ciamis, Dian Udeng, mengatakan wisatawan saat ini tidak hanya mencari tempat untuk dikunjungi. Mereka juga ingin mendapatkan pengalaman yang lebih dekat dengan alam, budaya, sekaligus suasana yang tenang.

“Sekarang ada pergeseran tren. Wisatawan tidak hanya mencari destinasi yang ramai, tetapi lebih banyak mencari pengalaman, ketenangan, privasi, serta aktivitas yang bisa langsung berinteraksi dengan alam,” kata Dian.

Menurutnya, aktivitas seperti trekking, camping, menikmati suasana pegunungan hingga wisata yang memberikan ruang untuk beristirahat dari rutinitas perkotaan menjadi bagian dari tren tersebut.

Konsep wellness tourism juga mulai dilirik karena menawarkan pengalaman yang tidak sekadar bersifat rekreatif. Wisatawan dapat memanfaatkan perjalanan untuk memulihkan kondisi fisik dan mental melalui suasana alam yang masih asri.

Alam Ciamis Punya Modal Kuat

Dian menyebut Ciamis memiliki modal yang cukup untuk mengikuti perubahan tren tersebut. Wilayahnya memiliki bentang alam hijau dengan udara yang relatif sejuk, mulai dari kawasan pegunungan hingga keberadaan air terjun dan danau.

“Ciamis punya keunggulan dari sisi alam. Kita memiliki kawasan yang hijau, sejuk, ada pegunungan, air terjun, dan danau. Potensi seperti ini sangat relevan dengan tren wisata yang sekarang semakin mengarah kepada alam dan ketenangan,” ujarnya.

Potensi tersebut, lanjut Dian, perlu dikemas menjadi pengalaman wisata yang menarik. Bukan hanya menjual pemandangan, tetapi juga menghadirkan aktivitas dan cerita yang membuat wisatawan memiliki pengalaman berbeda selama berada di Ciamis.

Selain alam, kekayaan budaya tradisional juga menjadi bagian penting yang ingin dipertahankan. Wisatawan yang datang diharapkan tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga mengenal kehidupan, tradisi dan kearifan lokal masyarakat.

Bidik Wisatawan Jabodetabek hingga Bali

Untuk memperluas pasar, Dinas Pariwisata Ciamis tidak ingin hanya mengandalkan wisatawan dari Ciamis dan wilayah Jawa Barat. Promosi akan diarahkan ke daerah dengan potensi pasar yang lebih besar.

Salah satunya adalah masyarakat Jabodetabek yang menjadi sasaran karena memiliki karakter sebagai masyarakat perkotaan yang membutuhkan tempat untuk beristirahat dari kepadatan aktivitas sehari-hari.

“Jabodetabek menjadi salah satu pasar yang kita bidik. Ciamis bisa ditawarkan sebagai tempat untuk mencari ketenangan, udara yang lebih bersih dan suasana alam yang jauh dari hiruk-pikuk kota,” kata Dian.

Selain Jabodetabek, pasar dari Bali juga menjadi perhatian. Menurut Dian, wisatawan dari daerah tersebut dinilai memiliki kedekatan dengan konsep pariwisata yang mengedepankan tradisi, budaya dan keharmonisan dengan alam.

“Bali juga menjadi salah satu pasar yang menarik. Kita memiliki nilai budaya dan tradisi yang bisa dikemas untuk wisatawan yang memang memiliki ketertarikan terhadap budaya serta hubungan antara manusia dan alam,” ujarnya.

Gandeng Travel dari Luar Daerah

Untuk memperluas jangkauan pemasaran, Dinas Pariwisata Ciamis juga mendorong kerja sama dengan biro perjalanan dan agen travel dari luar daerah.

Langkah ini dilakukan agar destinasi dan paket wisata Ciamis tidak hanya dipromosikan melalui kanal pemerintah, tetapi juga masuk ke dalam katalog perjalanan yang ditawarkan agen wisata kepada calon wisatawan.

“Jadi kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita perlu menggandeng biro perjalanan dan agen travel dari luar daerah. Harapannya, paket wisata Ciamis bisa masuk ke katalog mereka sehingga wisatawan dari luar daerah lebih mudah mendapatkan informasi dan memilih Ciamis sebagai tujuan perjalanan,” tutur Dian.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga akan berperan sebagai fasilitator dalam pengembangan desa wisata. Pendampingan dilakukan agar potensi yang ada di desa dapat dikembangkan menjadi produk wisata yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Pemerintah juga membuka ruang bagi investor untuk ikut mengembangkan sektor pariwisata, terutama pada potensi yang membutuhkan dukungan modal dan pengelolaan profesional.

“Pemerintah posisinya sebagai fasilitator. Kita akan mendampingi desa wisata, membantu pengembangannya, sekaligus membuka ruang agar investasi di sektor pariwisata bisa masuk dengan tetap memperhatikan potensi dan karakter daerah,” katanya.

Promosi digital pun akan terus diperkuat. Media sosial dan berbagai jaringan elektronik dinilai menjadi sarana penting untuk memperkenalkan destinasi Ciamis kepada calon wisatawan di luar daerah.

Dengan pendekatan tersebut, Ciamis diharapkan tidak hanya dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak destinasi alam, tetapi juga sebagai tempat untuk mencari pengalaman, ketenangan, budaya dan keseimbangan dengan alam. (Ayu/CN/Djavatoday)

Di Balik Sukses Nyiar Lumar di Kawali Ciamis, Ada Sanghyang Cika-cika

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Ribuan warga memadati rangkaian pagelaran Nyiar Lumar di Kawali, Kabupaten Ciamis, Sabtu (5/9/2026). Dari Eks Pendopo Kawali hingga kawasan Situs Astana...

Rumah Ina Riana di Lahan Perusahaan Tak Layak Huni, Bupati Ciamis Beri Bantuan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Harapan baru datang bagi Ina Riana, warga RT 002/RW 001, Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. Pemerintah Kabupaten Ciamis menyalurkan bantuan...

Pabrik Tahu di Panawangan Ciamis Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp30 Juta

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pabrik pengolahan tahu di Dusun Cipeuteuy, RT 01/RW 01, Desa Girilaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, terbakar pada Minggu (6/9/2026) pagi. Kebakaran terjadi...

Mencari Cahaya di Astana Gede Kawali, Tradisi Nyiar Lumar yang Kembali Menyapa Ciamis

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Malam itu, Sabtu (5/9/2026), hembusan angin di kawasan Situs Cagar Budaya Astana Gede Kawali terasa berbeda. Ribuan pasang kaki melangkah memadati...

Terbaru