Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pabrik pengolahan tahu di Dusun Cipeuteuy, RT 01/RW 01, Desa Girilaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, terbakar pada Minggu (6/9/2026) pagi.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Api diduga berasal dari tungku penggorengan yang berada di dalam pabrik.
Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, mengatakan api pertama kali diketahui oleh pemilik pabrik, Ruhiman (55). Pemilik sempat berusaha memadamkan api, namun kobaran semakin membesar.
“Api pertama kali diketahui oleh pemilik pabrik. Beliau sempat mencoba memadamkan, tetapi api tidak terkendali sehingga meminta bantuan warga sekitar,” ujar Budi Rahmat.
Setelah melihat api semakin membesar, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Desa Girilaya. Laporan selanjutnya diteruskan ke Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) WMK Kawali.
Petugas menerima laporan sekitar pukul 10.00 WIB dan berangkat menuju lokasi pada pukul 10.38 WIB. Armada tiba di lokasi sekitar pukul 11.15 WIB dan langsung melakukan penanganan.
“Petugas langsung bergerak setelah menerima laporan. Sesampainya di lokasi, kami melakukan pemadaman, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api,” kata Budi.
Satu unit armada Damkar dengan tiga petugas dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Api berhasil dipadamkan dan proses penanganan selesai sekitar pukul 11.50 WIB.
Bangunan yang terbakar merupakan pabrik pengolahan tahu semi permanen berukuran sekitar 6 x 10 meter. Seluruh bagian bangunan dilaporkan terbakar.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara kerugian material diperkirakan mencapai Rp30 juta.
Budi mengatakan setelah api padam, petugas melakukan observasi serta pendataan di lokasi. Petugas juga memberikan edukasi kepada pemilik dan warga mengenai upaya pencegahan kebakaran.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka. Setelah pemadaman selesai, petugas melakukan observasi, pendataan, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama dalam penggunaan tungku dan sumber api,” ujarnya.
Penanganan melibatkan petugas Damkar Kabupaten Ciamis Pos WMK Kawali bersama Pemerintah Desa Girilaya, Polsek Panawangan, Tagana, serta warga setempat.
Budi mengimbau masyarakat, khususnya pemilik usaha yang menggunakan tungku atau peralatan dengan sumber panas, untuk memastikan kondisi api benar-benar aman setelah selesai digunakan.
“Jangan meninggalkan tungku atau sumber api dalam kondisi masih menyala. Pastikan semuanya sudah aman sebelum meninggalkan tempat,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

