Berita Banjar (Djavatoday.com),- Operasi Patuh Lodaya 2025 yang digelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banjar sejak 14 hingga 27 Juli mencatat kenaikan pelanggaran lalu lintas sebesar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, jumlah tilang yang diterbitkan justru menurun.
Kabag Ops Polres Banjar, Kompol Cucu Juhana, bersama Kasat Lantas AKP Firman Hidayat Finim, memaparkan hasil evaluasi operasi tersebut pada Selasa (29/7/2025).
“Meski ada peningkatan pelanggaran, jumlah tilang turun 22 persen dibanding tahun lalu. Hanya 109 tilang yang diterbitkan karena pendekatan edukatif lebih diutamakan,” jelas AKP Firman.
Firman menuturkan, keberhasilan operasi ini didukung oleh tiga strategi utama, yaitu: Edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas. Pengawasan aktif di titik rawan pelanggaran. Penegakan hukum secara selektif terhadap pelanggar.
Berdasarkan data Satlantas Polres Banjar, beberapa jenis pelanggaran mengalami lonjakan signifikan: Pengendara roda dua tanpa helm SNI: 463 kasus (naik 16%). Penggunaan ponsel saat berkendara: naik 50%. Pengendara di bawah umur: naik 9%. Berboncengan lebih dari satu: naik 36%.
Secara total, pelanggaran kendaraan roda dua mencapai 1.856 kasus, sedangkan untuk roda empat, pelanggaran terbanyak adalah tidak menggunakan sabuk pengaman dengan 530 pelanggaran atau meningkat 18 persen.
Selain itu, Satlantas Polres Banjar juga menyita 45 knalpot bising yang mayoritas digunakan oleh pengendara di bawah umur.
“Seluruh knalpot tersebut akan kami musnahkan. Langkah ini penting untuk menjaga kenyamanan masyarakat,” tegas AKP Firman.
Ia menambahkan, tren pelanggaran yang melibatkan pengendara di bawah umur cukup mengkhawatirkan. Pihaknya berharap hasil operasi ini dapat meningkatkan kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas) di Kota Banjar. (Diana/CN/Djavatoday)

