Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Wajah-wajah penuh kebahagiaan terlihat di tengah kerumunan keluarga yang sejak siang menanti kedatangan rombongan jemaah haji asal Kabupaten Ciamis. Pelukan hangat, air mata haru, dan ucapan syukur mengiringi kepulangan para tamu Allah yang baru saja menyelesaikan perjalanan spiritual di Tanah Suci.
Sebanyak 442 jemaah yang tergabung dalam Kloter 15 akhirnya kembali menginjakkan kaki di kampung halaman, Jumat (12/6/2026). Kabar menggembirakan pun datang dari proses pemulangan mereka yang berlangsung lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan.
Rombongan bertolak dari Jeddah, Arab Saudi, menuju Indonesia dan mendarat di Bandara Internasional Kertajati, Majalengka. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Kabupaten Ciamis.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Ciamis, Nana Supriatna, mengaku bersyukur karena seluruh proses pemulangan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah, pemulangan Kloter 15 berjalan lancar. Pesawat bahkan tiba sekitar 19 menit lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan. Selama penerbangan dari Jeddah menuju Indonesia juga tidak ada hambatan berarti,” ujar Nana.
Kelancaran ternyata tidak hanya terjadi di perjalanan udara. Setibanya di Bandara Kertajati, seluruh jemaah langsung diarahkan menuju armada bus yang telah disiapkan panitia. Arus lalu lintas yang relatif lengang membuat perjalanan menuju Ciamis berlangsung lebih cepat dari perkiraan.
Rombongan tercatat tiba di titik kumpul sekitar pukul 14.25 WIB atau lebih awal dibanding target kedatangan yang semula diperkirakan pukul 15.00 WIB.
“Perjalanan darat juga sangat lancar sehingga rombongan tiba sekitar 35 menit lebih cepat dari perkiraan,” kata Nana.
Di balik suasana bahagia tersebut, terselip pula kabar duka yang menyelimuti keluarga jemaah. Dari total peserta yang berangkat ke Tanah Suci, dua orang jemaah dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji.
Meski demikian, proses pemulangan jemaah lainnya berlangsung dengan baik. Petugas kesehatan yang bersiaga sejak awal langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi para jemaah setibanya di Ciamis.
Dua orang jemaah diketahui harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut karena memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Keduanya langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk menjalani perawatan.
“Benar, ada dua jemaah yang langsung mendapatkan perawatan karena kondisi kesehatannya memerlukan penanganan khusus. Mudah-mudahan keduanya segera pulih dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga,” jelas Nana.
Sementara itu, sebagian besar jemaah lainnya berada dalam kondisi sehat. Rasa lelah setelah menempuh perjalanan panjang seolah terbayar ketika mereka bertemu kembali dengan keluarga yang sudah menunggu sejak pagi.
Suasana haru pun tak terelakkan. Banyak anggota keluarga yang tak kuasa menahan air mata saat menyambut orang tua, pasangan, maupun kerabat yang baru kembali dari Tanah Suci. Doa dan ucapan syukur terus mengalir di tengah momen pertemuan yang telah lama dinantikan tersebut.
Menutup rangkaian pemulangan, Nana berpesan agar para jemaah mampu menjaga nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji. Menurutnya, kemabruran haji bukan hanya tercermin saat berada di Mekah dan Madinah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Semoga seluruh jemaah dapat mempertahankan kemabruran hajinya, menjadi pribadi yang lebih baik, dan mampu memberikan teladan bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

