Berita Tasikmalaya (Djavatoday.com),- Dugaan penculikan bayi terjadi di kawasan Masjid Agung Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Seorang bayi laki-laki berusia dua bulan dilaporkan hilang setelah dibawa kabur oleh orang tak dikenal, Jumat (6/2/2026).
Peristiwa tersebut menimpa seorang ibu berinisial WR (41), warga Kecamatan Padakembang. Kejadian berlangsung cepat dan sempat mengundang kepanikan keluarga korban serta warga sekitar masjid.
Berdasarkan keterangan korban, sebelum kejadian ia diketahui memiliki janji pertemuan dengan terduga pelaku di area Masjid Agung Singaparna. Pelaku dikenalnya melalui media sosial dan sebelumnya sudah beberapa kali datang menemui korban, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.
“Saya kenal dia dari media sosial dan sudah beberapa kali bertemu, jadi tidak ada rasa curiga,” ujar WR saat dimintai keterangan.
Saat pertemuan berlangsung di teras masjid, pelaku meminta agar bayi diletakkan di lantai. Namun, secara tiba-tiba pelaku langsung menggendong bayi tersebut dan berusaha membawa pergi. WR sempat mencoba menahan, namun pelaku mengancam akan mencelakai bayinya jika korban berteriak atau meminta pertolongan.
“Saya berusaha menahan, tapi dia mengancam akan melempar bayi kalau saya teriak,” katanya.
Karena khawatir ancaman tersebut benar-benar dilakukan, korban akhirnya melepaskan bayinya. Pelaku kemudian melarikan diri dengan membawa bayi tersebut menuju kendaraan umum jenis bus yang melintas di sekitar lokasi, diduga ke arah jalur Salawu menuju Garut.
Korban sempat berniat mengejar hingga ke dalam bus, namun mengurungkan niatnya lantaran takut keselamatan bayinya terancam.
Setelah kejadian, keluarga korban berupaya melakukan pencarian di sekitar area masjid, namun tidak menemukan keberadaan bayi tersebut. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polres Tasikmalaya.
Pelaksana Tugas Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya, IPDA Agus Yusup Suryana, membenarkan adanya laporan dugaan penculikan bayi di wilayah Singaparna.
“Benar, kami menerima laporan dugaan penculikan bayi berusia dua bulan. Laporan dibuat oleh ibu kandung korban,” ujar Agus.
Ia menambahkan, pihak kepolisian saat ini telah membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan, mengidentifikasi pelaku, serta melakukan pengejaran.
“Kami sedang melakukan pendalaman dan pengejaran terhadap terduga pelaku. Kami mohon dukungan dan doa masyarakat agar bayi dapat segera ditemukan dengan selamat,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

