Berita Pangandaran (Djavatoday.com),- Bulan Ramadan menjadi momen penuh berkah bagi masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Selama bulan suci Ramadan, warga setempat memanfaatkan waktu untuk mengolah buah aren atau kolang-kaling, baik untuk konsumsi pribadi maupun dijual kepada pengepul. Dalam sehari, produksi kolang-kaling dapat mencapai lebih dari satu kwintal.
Di Desa Panyutran, Kecamatan Padaherang, aktivitas pengolahan kolang-kaling semakin meningkat sejak awal Ramadan. Meskipun jumlah pohon aren di daerah ini mulai berkurang, warga masih bisa menemukannya di wilayah pegunungan, meskipun jaraknya cukup jauh dari lokasi produksi.
Banyak warga yang bekerja sebagai buruh harian dadakan dengan tugas mengupas kolang-kaling dari cangkangnya. Setiap orang rata-rata mampu menghasilkan 20 hingga 25 kilogram per hari dan mendapatkan upah sebesar Rp2.000 per kilogram.
Salah satu warga, Tumini, mengungkapkan bahwa selama Ramadan, permintaan kolang-kaling meningkat sehingga pendapatan mereka pun ikut bertambah.
“Kalau bulan puasa, tidak sulit menjualnya. Pengepul maupun warga langsung datang ke tempat produksi. Dalam sehari, saya bisa menghasilkan 20 hingga 25 kilogram, dengan upah Rp2.000 per kilogram. Alhamdulillah, meskipun tidak banyak, tetap ada pemasukan dibandingkan hanya diam di rumah,” ujarnya, Selasa (4/3/2025).
Sementara itu, seorang pengrajin kolang-kaling, Warsinem, menuturkan bahwa dalam sehari mereka mampu memproduksi lebih dari satu kwintal dengan bantuan enam pekerja.
“Selama Ramadan, permintaan meningkat, tidak hanya dari pengepul tetapi juga untuk kebutuhan rumah tangga. Ada yang membeli untuk dikonsumsi sendiri, ada pula yang menjualnya kembali,” jelasnya.
Namun, ia mengakui bahwa ketersediaan bahan baku semakin menipis karena banyak pohon aren yang telah ditebang.
“Harga kolang-kaling per kilogram biasanya dijual antara Rp9.000 hingga Rp10.000 kepada pengepul atau pembeli rumahan,” tambahnya.
Bulan Ramadan memang membawa berkah tersendiri bagi warga Pangandaran. Dengan meningkatnya permintaan kolang-kaling, mereka bisa memperoleh penghasilan tambahan yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa. (Ayu/CN/Djavatoday)

