Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Seekor ular king cobra sepanjang kurang lebih tiga meter menggegerkan para pekerja proyek pondasi jembatan di wilayah Dusun Goropak, Desa Kawali, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Sabtu (25/7/2026) pagi. Beruntung, ular berbisa tersebut berhasil dievakuasi oleh petugas Pos WMK Kawali UPTD Damkar Ciamis tanpa menimbulkan korban.
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 08.00 WIB saat seorang pekerja, Ayi Dedi (56), warga Dusun Cipondok, Desa Selacai, Kecamatan Cipaku, tengah mengerjakan proyek pondasi jembatan. Saat berada di sekitar lokasi, ia dikejutkan dengan kemunculan seekor king cobra yang bersembunyi di balik bebatuan di tepi sungai.
Karena khawatir ular tersebut membahayakan para pekerja maupun warga sekitar, Ayi segera menghubungi Pos WMK Kawali untuk meminta bantuan evakuasi.
Kepala Bidang Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, mengatakan laporan diterima petugas sekitar pukul 08.50 WIB. Tim kemudian langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa peralatan evakuasi.
“Begitu menerima laporan dari warga, personel kami langsung menuju lokasi. Setelah dilakukan pengamatan, benar terdapat seekor ular king cobra dengan panjang sekitar tiga meter yang berada di area sungai dekat proyek pondasi jembatan,” ujar Budi Rahmat.
Menurutnya, proses penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat. Mengingat king cobra merupakan salah satu ular berbisa paling berbahaya, seluruh tahapan evakuasi dilakukan secara hati-hati.
“Petugas harus memastikan ular dapat diamankan tanpa memicu pergerakan yang membahayakan. Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar dan ular berhasil diamankan dalam kondisi selamat,” katanya.
Evakuasi dilakukan oleh personel Adam Z, Asep K, Rizal S, dan Aridi F, sementara Angga P dan Tresna F tetap bersiaga di Pos WMK Kawali. Tim menggunakan satu unit kendaraan operasional untuk menuju lokasi.
Sekitar pukul 09.15 WIB, ular king cobra berhasil dievakuasi dengan aman. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Setelah tugas selesai, petugas kembali ke Pos WMK Kawali untuk melanjutkan piket kesiapsiagaan.
Budi mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangani sendiri apabila menemukan ular, terutama jenis berbisa seperti king cobra.
“Kalau menemukan ular, apalagi yang diduga berbisa, jangan mencoba menangkap atau mengusir sendiri karena risikonya sangat tinggi. Segera amankan diri, jaga jarak, lalu laporkan kepada petugas Damkar agar bisa ditangani dengan peralatan dan prosedur yang tepat,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

