Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Universitas Galuh (Unigal) mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode II Tahun Akademik 2025/2026. Sebanyak 568 mahasiswa mengikuti pembekalan sebelum diterjunkan ke sejumlah desa di Kabupaten Pangandaran.
Kegiatan pembekalan berlangsung di Auditorium Universitas Galuh, Sabtu (25/7/2026). Acara tersebut dihadiri jajaran Yayasan Pendidikan Galuh (YPG), Rektor Universitas Galuh Dr. Tita Rohita, perwakilan LLDIKTI Wilayah IV, serta Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pangandaran.
Ketua Panitia KKN, Dendy Syaiful Akbar, SE., M.Si., mengatakan ratusan mahasiswa itu nantinya akan melaksanakan pengabdian masyarakat di dua kecamatan, yakni Cigugur dan Cimerak.
“Sebanyak 568 mahasiswa akan ditempatkan di 18 desa, terdiri dari tujuh desa di Kecamatan Cigugur dan sebelas desa di Kecamatan Cimerak. Setiap desa akan diisi sekitar 31 hingga 33 peserta KKN,” ujar Dendy dalam keterangan resminya.
Menurut Dendy, KKN periode ini mengusung konsep KKN Konservasi dan Budaya sebagai implementasi KKN tematik yang sejalan dengan arahan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) serta LLDIKTI Wilayah IV.
Selain itu, pelaksanaannya juga mendukung kebijakan pemerintah pusat, khususnya Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi percepatan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Adapun tema yang diangkat tahun ini adalah “Pembangunan Desa Inklusif Berbasis Konservasi dan Budaya di Wilayah Pembangunan Jawa Barat Selatan.”
“Tema ini kami harapkan menjadi pedoman bagi seluruh mahasiswa dalam menyusun dan menjalankan program kerja yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di desa lokasi KKN,” katanya.
Dendy menjelaskan, peserta KKN berasal dari berbagai program studi sehingga diharapkan mampu menghadirkan solusi yang lebih menyeluruh bagi masyarakat.
Mahasiswa yang terlibat berasal dari Program Studi Akuntansi dan Manajemen Fakultas Ekonomi, Hukum, Agribisnis, Ilmu Pemerintahan, Administrasi Publik, Kebidanan, hingga Keperawatan.
“Kolaborasi lintas disiplin ilmu ini menjadi kekuatan dalam pelaksanaan KKN. Kami berharap setiap kelompok mampu menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang lebih komprehensif dan memberikan manfaat nyata bagi desa,” ungkapnya.
Selama menjalankan KKN, para mahasiswa akan mendapat pendampingan dari delapan dosen pembimbing lapangan (DPL). Program pengabdian tersebut dijadwalkan berlangsung selama sekitar 40 hari, mulai 28 Juli hingga 5 September 2026.
Sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan, panitia juga telah menyelesaikan berbagai tahapan koordinasi dan perizinan dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran beserta perangkat daerah terkait.
“Koordinasi ini penting agar program yang dijalankan mahasiswa dapat selaras dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung prioritas pembangunan daerah. Kami ingin kehadiran mahasiswa benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat desa,” tutur Dendy.
Di akhir keterangannya, Dendy menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan KKN, mulai dari Yayasan Pendidikan Galuh Ciamis, pimpinan Universitas Galuh, LLDIKTI Wilayah IV, Pemerintah Kabupaten Pangandaran, pimpinan fakultas dan program studi, para dosen pembimbing lapangan, panitia, hingga seluruh pihak yang terlibat.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga KKN Konservasi dan Budaya Periode II Tahun Akademik 2025/2026 dapat terlaksana dengan baik. Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa sekaligus membawa dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

