Kamis, Februari 29, 2024
namakamu.com
namakamu.com
namakamu banner id
namakamu banner id

Pendemi Usaha Sulit, Ini Tips Dari Pengusaha Abon Ciamis

namakamu.com
namakamu.com
namakamu banner id
namakamu banner id

Berita Ciamis, (Djavatoday),- Pendmi Covid19 berdampak luar biasa pada sektor ekonomi. Banyak pengusaha tidak mampu bertahan dan terpakasa menutup usahanya. Namun kondisi tersebut tidak berlaku pada pelaku UKM Abon dan Dendeng asal Ciamis Novita Mustika Dewi.

Pelaku UKM asal Lingkungan Rancapetir, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat tersebut mengaku malah mendapat hikmah dari Pendemi Covid19.

” Pendemi membuka mata saya, sebelumnya saya hanya mengandalkan penjualan offline saja. Tidak memaksimalkan penjualan Online. Melalui marketing penjualan online penjualan malah meningkat,” kata Novi, (24/11/2020)

Baca Juga : https://djavatoday.com/kuliner/bakso-merapi-ciamis-bikin-bibir-dower-dan-ketagihan/

Novi merupakan generasi ketiga, keturunan Bu Iloh pendiri Abon Rajawali yang melegendi di Ciamis.

Pendemi yang diikuti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota – kota besar membuat permintaan Abon dan Dengdeng Ciamis meningkat.

Selain dari kota – kota besar di daerah Jawa, permintaan dari luar Jawa seperti Palembang, Palangkaraya sampai Makasar mulai berdatangan.

” Abon dan Dendeng Ciamis termasuk makanan yang tahan lama, praktis cepat saji. Sehingga menjadi pilihan untuk stok makanan di rumah. Alhamdulillah sampai sekarang pesanan tetap lancar,” ujar Novi.

Novi menuturkan, saat ini promosi penjualan dimaksimalkan melalui Medsos sampai E-commerce seperti Tokopedia dan lainya.

” Dari medsos permintaan reseller Abon dan Dendeng Ciamis juga mulai bertambah sampai tiga kali lipat. Dari Bekasi, Bandung, Jakarta. Ada juga dari Palembang dan Makasar,” ungkap Novi.

Melihat peluang pasar yang bagus, Novi berinovasi dengan menambah varian produk baru. Ada abon pedas, paru-paru berbumbu beku, abon daging ayam, ayam katsu, termasuk menambah Mustofa yang menjadi best seller.

Untuk produksi pesanan rata-rata abon 500 kg per bulan dan dendeng 300 kg perbulanya. Meski produksi terus bertambah, proses pembuatan abon dan dengdeng masih mempertahankan cara tradisional.

” Untuk mempertahankan kualitas rasa, cara pembuatan Abon dan Dendeng Ciamis masih mempertahankan cara tradisional. Selain itu kemasan disesuaikan dengan permintaan. Saya berharap para pelaku UMK dapat tetap optimis dan jeli melihat peluang,” kagta Novita. (Mang Moh/Djavatoday)

Pemilihan Duta Baca Ciamis 2024, Upaya Tingkatkan Literasi Masyarakat

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ciamis bekerja sama dengan Paguyuban Duta Baca Ciamis menggelar Pemilihan Duta Baca Ciamis tahun 2024. Kegiatan digelar...

Resmikan Masjid Al Marjani Cisaga, Wabup Ciamis Ajak Warga Memakmurkan Masjid

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra meresmikan Masjid Al Marjani di Desa Cisaga, Kecamatan Cisaga, Selasa (27/2/2024) malam. Dalam kesempatan itu,...

Kisah Inspiratif Daryaman, Pedagang Gorengan di Ciamis Raih Gelar Doktor

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Cerita inspiratif datang dari Daryaman (40), seorang pedagang gorengan di Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang menempuh pendidikan tinggi hingga meraih...

Dinsos Ciamis Salurkan Bantuan untuk Korban Angin Puting Beliung di Sadananya

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Dinas Sosial (Dinsos) Ciamis melalui FK Tagana Ciamis menyalurkan bantuan logistik untuk korban bencana angin puting beliung di Mangkubumi, Kecamatan Sadananya. Diketahui,...
spot_img

Terpopuler

Lainnya