Panic buying merupakan perilaku membeli barang secara berlebihan karena takut kehabisan stok atau menghindari adanya kenaikan harga. Istilah ini mulai dikenal saat pandemi COVID-19 di mana alat kesehatan, termasuk hand sanitizer dan masker menjadi langka. Panic buying bisa muncul kapan saja dan menjadi trend publik, perlu cara untuk mengatasi hal tersebut.
Contohnya seperti sekarang ini, menjelang lebaran biasanya orang akan lebih banyak berbelanja. Mulai dari kebutuhan pakaian, makanan, tiket mudik dan yang lainnya. Saat mendekati lebaran, permintaan pasar menjadi naik maka gak heran kalo harga juga naik. Kondisi inilah yang akhirnya menimbulkan panic buying.
Panic buying dapat menyebabkan pemborosan serta menganggu kondisi keuangan. Nah agar tidak mengalami panic buying, kamu bisa melakukan hal-hal berikut.
Cara Mengatasi Panic Buying
Berikut beberapa cara mengatasi panic buying yang bisa kamu lakukan.
Tenangkan pikiran dan jangan terburu-buru berbelanja
Cara mengatasi panic buying yang pertama yaitu dengan menenangkan pikiran. Usahakan berbelanja dalam keadaan yang tenang dan tidak terburu-buru. Jangan terpengaruh dengan orang lain. Percayalah bahwa kamu pasti bisa memenuhi kebutuhan saat lebaran.
Buat daftar belanja
Cara terbaik ketika berbelanja adalah dengan membuat daftar belanjaan. Dengan begitu maka kamu akan tahu benda mana yang perlu kamu beli dan sebaliknya. Membuat daftar belanja juga dapat memudahkan proses belanjamu.
Tulislah apa saja yang kamu perlukan untuk kebutuhan lebaran nanti. Kamu juga bisa membuatnya berdasarkan skala prioritas, mulai dari kebutuhan primer, sekunder, hingga tersier. Tuliskan juga ukuran atau jumlah yang kamu butuhkan. Dan terakhir, pastikan sesuai dengan kebutuhan dan jangan berlebihan.
Jangan egois
Cara mengatasi panic buying yang berikutnya yaitu dengan menghindari sikap egois. Ingatlah bahwa semua orang juga memiliki kebutuhan yang sama. Jika kamu egois maka bisa saja kamu menghabiskan semua barang yang ada di pusat perbelanjaan. Tak hanya merugikan bagi orang lain yang gak kebagian barang, kamu juga akan kehabisan uang karena hal tersebut.
Bersikaplah lebih bijak
Cobalah untuk bersikap bijak dan berpikir rasional. Tidak mungkin barang akan langka dan habis tak tersisa. Pasti akan ada restock yang dilakukan oleh pusat perbelanjaan. Sebab barang yang habis justru akan kembali diproduksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Maka dari itu, kamu gak perlu khawatir gak kebagian barang. Buang rasa cemasmu jauh-jauh dan mulailah membuat daftar belanja agar anggaranmu pas dan tidak mengalami defisit.
Jangan terus mengunjungi toko
Cara mengatasi panic buying yang terakhir yaitu dengan mengontrol diri untuk tidak keseringan mengunjungi toko, baik yang online maupun offline. Mengeceknya sesekali sih tidak masalah, namun jika terlalu berlebihan maka akan menimbulkan dampak buruk. Contohnya ketika niat awalmu ingin membeli barang A namun kamu gak sengaja lihat barang B dan mulai menarik perhatian akhirnya kamu membeli barang tersebut yang sebenarnya tidak terlalu butuh.
Ini akan mendorong gaya hidup konsumtif dan menyebabkan pemborosan. Tentunya kamu gak pengen kan kalo keuanganmu jadi terganggu gara-gara belanja kebutuhan yang gak penting?
Itulah beberapa cara mengatasi panic buying khususnya ketika menjelang lebaran seperti sekarang ini. Hari lebaran memang menjadi hari kemenangan bagi umat Islam, namun jangan sampai kamu terbuai dan malah menghambur-hamburkan uang, ya. Gunakan uang THR-mu dengan sebijak mungkin. (Ume/Djavatoday)

