Bagi beberapa orang, makan dalam posisi berbaring adalah kebiasaan nyaman yang sulit dihentikan. Rasanya nyaman dan melegakan, apalagi setelah menjalani aktivitas seharian. Tubuh cenderung malas dan ingin terus-menerus menempel dengan kasur.
Namun, baik camilan maupun makanan berat, sebaiknya bangun dulu dari posisi tidur. Hal ini dikarenakan makan sambil rebahan dapat memicu berbagai risiko kesehatan, salah satunya adalah GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). GERD sebagai salah satu keluhan yang sering dialami oleh banyak orang di seluruh dunia ternyata tidak hanya disebabkan oleh kondisi fisik atau faktor psikologis, tetapi juga akibat gaya hidup dan pola makan yang kurang baik.
5 Bahaya Makan Sambil Rebahan!
Orang yang makan sambil rebahan biasanya butuh kenyamanan instan tanpa memedulikan efek setelahnya. Padahal, dokter menyarankan untuk memberi jeda 2–3 jam setelah makan sebelum rebahan. Lantas, seberapa bahaya mengonsumsi makanan dalam posisi berbaring? Berikut penjelasannya!
Meningkatkan Risiko GERD
Makan sambil rebahan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit GERD, yakni kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa panas di dada (heartburn), mual, hingga rasa pahit di mulut. GERD dapat dipicu oleh kebiasaan makan sambil rebahan karena dalam posisi sejajar, makanan dan asam lambung lebih mudah mendorong naik, melemahkan katup esofagus. Jika terjadi berulang kali, kondisi ini dapat berkembang menjadi GERD kronis.
Menyebabkan Gangguan Pencernaan
Makan sambil rebahan juga berisiko menyebabkan gangguan pencernaan. Pada saat berbaring, proses pencernaan dapat terhambat. Akibatnya, tubuh jadi malnutrisi atau kekurangan gizi. Gangguan pencernaan ini memang terdengar ringan, tapi jika dibiarkan, kualitas hidup dan pola makan sehari-hari dapat terganggu.
Memicu Batuk dan Iritasi Tenggorokan
Kebiasaan makan yang kurang tepat, termasuk makan sambil rebahan dapat memicu batuk dan iritasi tenggorokan. Pada posisi berbaring, asam lambung bisa naik ke kerongkongan, menyebabkan iritasi paparan cairan lambung dan refleks batuk. Posisi ini juga sangat memungkinkan seseorang tersedak, bahkan kasus parahnya dapat membahayakan nyawa.
Berisiko Menimbulkan Komplikasi pada Kerongkongan
Kebiasaan mengatur posisi duduk saat makan mungkin terlihat kecil dan sederhana, tapi dampaknya cukup besar terhadap kesehatan. Sebaliknya, posisi berbaring yang membuat terjadinya refluks asam lambung secara terus-menerus berisiko menimbulkan komplikasi pada kerongkongan, seperti penyempitan kerongkongan, luka, hingga perubahan sel yang mesti ditangani secara medis.
Makan sambil rebahan bukanlah sebuah pilihan. Jika bagimu itu adalah rutinitas, mulai sekarang cobalah untuk menghentikannya. Biasakan makan dalam posisi duduk tegak agar sistem pencernaan tetap sehat, terjaga, dan terhindar dari berbagai risiko penyakit. Jika merasa lelah dan lapar sekaligus, kamu bisa makan sambil bersandar di kursi, tapi tetap dalam posisi yang tegak. Sehabis makan, jangan langsung berbaring, tapi rehatkanlah tubuh dengan duduk santai selama 2–3 jam. (Karin/Djavatoday)

