Tahukah kamu, apa itu doomscrolling? Doomscrolling ialah kebiasaan menghabiskan waktu selama berjam-jam untuk menggulir atau menelusuri konten digital. Kebiasaan ini acapkali disebut sebagai perilaku berlebihan yang berisiko menimbulkan dampak buruk, baik terhadap fisik maupun mental.
Di era modern ini, teknologi seperti ponsel seolah menjadi kebutuhan primer yang terlalu intens digunakan. Padahal, secara teori ekonomi klasik, ponsel adalah kebutuhan sekunder yang mestinya digunakan sebagai pelengkap untuk mempermudah pekerjaan. Sayangnya, banyak yang terlalu bergantung pada ponsel, bahkan ada pula yang tujuannya untuk mencari informasi negatif atau berita buruk. Mereka yang melakukan hal tersebut biasanya merasa ingin terus mengetahui perkembangan terbaru, meskipun informasi yang diterima justru membuat perasaan semakin tidak nyaman.
Kebiasaan ini umumnya terjadi ketika seseorang merasa bosan atau ingin mengalihkan perhatian. Algoritme media sosial juga dapat memperkuat perilaku tersebut karena platform cenderung menampilkan konten yang dianggap menarik berdasarkan aktivitas pengguna sebelumnya. Akibatnya, seseorang dapat terjebak dalam siklus membaca satu informasi negatif, kemudian mencari informasi lainnya secara terus-menerus tanpa disadari.
Dampak Doomscrolling terhadap Kesehatan
Doomscrolling tidak hanya membuat seseorang lupa waktu, tapi juga memiliki efek samping yang tidak baik untuk kesehatan. Berikut sederet dampak yang dapat terjadi ketika seseorang terjebak doomscrolling!
Meningkatkan Cemas dan Stres
Dampak doomscrolling terhadap kesehatan salah satunya yaitu meningkatkan rasa cemas dan stres. Dampak ini merupakan efek samping yang paling sering dirasakan karena paparan ulang berita negatif dapat menimbulkan bias. Mereka yang suka doomscrolling cenderung lebih mudah merasakan ancaman, sekalipun ketika dirinya tidak sedang menghadapi bahaya secara langsung.
Mengganggu Kualitas Tidur
Dampak doomscrolling terhadap kesehatan selanjutnya yaitu mengganggu kualitas tidur. Terlalu lama bermain ponsel secara perlahan membuat isi kepala terasa tegang, membuat tidur menjadi terganggu, terutama jika konten yang dikonsumsi menimbulkan rasa khawatir. Selain itu, paparan cahaya biru juga memiliki efek samping yang mengakibatkan penurunan hormon melatonin.
Menurunkan Konsentrasi dan Produktivitas
Dampak doomscrolling terhadap kesehatan yang juga cukup sering dirasakan yaitu menurunnya konsentrasi dan produktivitas. Hal ini dikarenakan perhatian cukup sering teralihkan pada saat doomscrolling. Dalam jangka panjang, doomscrolling juga berisiko memengaruhi suasana hati akibat terlalu banyak menerima informasi yang tidak menyenangkan.
Cara Mengurangi Doomscrolling
Untuk mengurangi kebiasaan menggulir atau menelusuri konten digital, cobalas batasi waktu dalam menggunakan media sosial. Buat waktu khusus untuk membaca berita yang lebih berbobot dan hindari membuka media sosial menjelang tidur. Selain itu, pilih juga media yang kredibel untuk menghindari kemungkinan menelan konten secara mentah-mentah.
Itu dia dampak doomscrolling terhadap kesehatan! Pada akhirnya, teknologi seharusnya membantu kehidupan, bukan menimbulkan kecemasan. Gunakanlah media sosial secara lebih sadar dan bijak agar dapat memperoleh informasi tanpa terjebak dalam kebiasaan doomscrolling yang berlebihan. (Karin/Djavatoday)

