Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Gerakan Pramuka kembali menjadi ruang bagi pelajar untuk mengasah keterampilan sekaligus membangun karakter. Hal itu terlihat dalam kegiatan Hiking Rally Ciradyka (HRCD) XXXVII SMA Negeri 1 Ciamis yang digelar Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Ciamis. Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, turut hadir menyaksikan pelaksanaan kegiatan yang diikuti para peserta dari kalangan generasi muda tersebut.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Ciamis, H. Nanang Permana, mengapresiasi pelaksanaan HRCD XXXVII. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi anggota Pramuka untuk mengembangkan kemampuan yang selama ini mereka peroleh melalui latihan.
“Ini merupakan kegiatan yang luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada para pembina yang telah memberikan pembinaan dan ruang kepada adik-adik untuk terus berkembang,” ujar Nanang.
Menurut Nanang, HRCD tahun ini memiliki keunikan tersendiri. Rangkaian kegiatan tidak hanya menampilkan unsur keterampilan kepramukaan, tetapi juga memasukkan sentuhan budaya.
Ia menilai perpaduan tersebut menjadi bentuk kreativitas yang patut diapresiasi. Bagi Nanang, Pramuka tidak sebatas mengajarkan ketangkasan dan keterampilan di lapangan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda.
“Saya melihat ada yang berbeda saat ini, ada sentuhan budaya. Ini merupakan kreativitas yang sangat baik. Saya sangat bangga dan tentu sangat mendukung HRCD, Ciung Wanara dan Diyah Pitaloka,” katanya.
Nanang juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan hasil akhir sebagai satu-satunya tujuan dalam mengikuti kegiatan tersebut. Ia meminta HRCD dipandang sebagai perlombaan, bukan pertandingan.
Menurutnya, perlombaan dalam kegiatan Pramuka merupakan sarana untuk melihat sejauh mana latihan yang selama ini dilakukan memberikan hasil.
“Ini adalah perlombaan, bukan pertandingan. Saya berpesan kepada semuanya untuk tetap berdiri tegak pada barisan yang sama,” tegasnya.
Ia menjelaskan, setiap tantangan yang dihadapi peserta dapat menjadi bahan evaluasi. Dari sana, peserta bisa mengetahui kekurangan sekaligus kemampuan yang perlu kembali ditingkatkan.
Lebih jauh, Nanang menilai kegiatan Pramuka memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar mengejar prestasi. Salah satunya adalah membentuk karakter generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
“Ini untuk menumbuhkan dan membentuk karakter. Karakter yang mampu menolong sesama, karakter yang mampu menghormati bangsa dan negaranya,” ungkapnya.
Kegiatan di alam terbuka seperti HRCD juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Mereka dituntut bekerja sama, menjaga kekompakan, mengambil keputusan, menghadapi tantangan hingga bertanggung jawab terhadap kelompok.
Sementara itu, hadirnya unsur budaya dalam HRCD dinilai menjadi nilai tambah. Pengenalan budaya kepada pelajar dinilai penting agar generasi muda tetap memiliki kedekatan dengan identitas dan akar budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.
Nanang berharap seluruh peserta dapat menjadikan HRCD XXXVII sebagai pengalaman untuk mengukur kemampuan sekaligus memperkuat hasil latihan yang telah dijalani.
“Selamat berlomba. Jadikan ini momentum bagi adik-adik untuk mengukur kemampuan,” pungkasnya.
Melalui HRCD XXXVII, semangat kepramukaan diharapkan tidak berhenti pada persoalan menang atau kalah. Pengalaman selama kegiatan menjadi bagian dari proses membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, peduli terhadap sesama, mencintai budaya dan memiliki rasa kebangsaan. (Ayu/CN/Djavatoday)

