Setiap tanggal 5 Mei, dunia memperingati Hari Bidan Sedunia. Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat penting akan peran strategis bidan dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi. Di tahun 2026, peringatan ini mengusung tema global “One Million More Midwives” atau “Satu Juta Lebih Banyak Bidan”—sebuah seruan kuat untuk menambah jumlah tenaga bidan demi masa depan kesehatan yang lebih baik.
Sejarah Hari Bidan Sedunia
Hari Bidan Sedunia pertama kali diperingati pada tahun 1992 atas inisiatif International Confederation of Midwives (ICM). Organisasi ini merupakan federasi global yang menaungi asosiasi bidan dari berbagai negara.
Gagasan peringatan ini muncul karena tingginya angka kematian ibu dan bayi di berbagai belahan dunia, yang salah satunya disebabkan oleh kurangnya akses terhadap tenaga kesehatan terlatih, termasuk bidan. Sejak saat itu, setiap tanggal 5 Mei dijadikan momentum untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya profesi bidan dalam sistem kesehatan.
Tema Hari Bidan Sedunia 2026: Satu Juta Lebih Banyak Bidan
Tema tahun 2026, “One Million More Midwives”, menyoroti kebutuhan mendesak akan tambahan tenaga bidan di seluruh dunia. Berdasarkan berbagai laporan kesehatan global, masih banyak negara yang mengalami kekurangan tenaga bidan, terutama di daerah terpencil dan berkembang.
Kampanye ini menekankan bahwa dengan menambah jumlah bidan hingga satu juta orang, jutaan nyawa ibu dan bayi dapat diselamatkan. Bidan tidak hanya membantu proses persalinan, tetapi juga berperan dalam edukasi kesehatan reproduksi, perawatan kehamilan, hingga pemantauan tumbuh kembang bayi.
Peran Penting Bidan dalam Kehidupan
Bidan adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Mereka hadir sejak masa kehamilan, persalinan, hingga pasca persalinan. Bahkan di banyak daerah, bidan menjadi satu-satunya tenaga kesehatan yang mudah diakses masyarakat.
Beberapa peran vital bidan antara lain:
Memberikan pelayanan antenatal (pemeriksaan kehamilan)
Mendampingi proses persalinan yang aman
Memberikan edukasi kesehatan ibu dan bayi
Mendukung program keluarga berencana
Mendeteksi dini risiko komplikasi
Tanpa kehadiran bidan, risiko kematian ibu dan bayi bisa meningkat drastis, terutama di wilayah dengan akses fasilitas kesehatan yang terbatas.
Makna Hari Bidan Sedunia
Peringatan Hari Bidan Sedunia memiliki makna yang sangat luas, baik bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat umum. Di balik profesi ini, ada dedikasi tinggi untuk menjaga kehidupan sejak awal.
Makna penting Hari Bidan Sedunia antara lain:
Pengakuan terhadap jasa bidan yang sering bekerja di garis depan, bahkan dalam kondisi terbatas
Pengingat akan pentingnya investasi di sektor kesehatan, khususnya pendidikan dan distribusi tenaga bidan
Dorongan bagi generasi muda untuk menekuni profesi bidan sebagai panggilan kemanusiaan
Ajakan global untuk memperkuat sistem kesehatan ibu dan anak
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski peran bidan sangat krusial, profesi ini masih menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan jumlah tenaga, distribusi yang tidak merata, hingga fasilitas kerja yang belum memadai.
Tema “Satu Juta Lebih Banyak Bidan” menjadi harapan sekaligus target besar bagi dunia. Dengan dukungan pemerintah, organisasi kesehatan, dan masyarakat, kebutuhan tenaga bidan diharapkan dapat terpenuhi secara bertahap.
Mengenal Hari Bidan Sedunia bukan hanya soal mengetahui tanggal peringatannya, tetapi juga memahami makna di baliknya. Bidan adalah sosok penting yang berperan dalam menjaga kehidupan sejak awal.
Di tahun 2026 ini, seruan untuk menghadirkan lebih banyak bidan menjadi langkah nyata menuju masa depan yang lebih sehat. Karena pada akhirnya, setiap kelahiran yang aman adalah awal dari harapan baru bagi dunia. (Ayu/CN/Djavatoday)

