Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh unggahan video viral premanisme bus di Ciamis yang memperlihatkan aksi pengadangan armada pariwisata oleh seorang pria tak dikenal.
Namun, setelah dilakukan penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian, narasi yang menyebutkan aksi tersebut terjadi di wilayah hukum Kabupaten Ciamis dipastikan adalah hoaks atau berita tidak benar.
Satreskrim Polres Ciamis bergerak cepat menelusuri kebenaran informasi tersebut guna menjaga kondusivitas wilayah. Hasilnya, peristiwa keributan yang terekam dalam video tersebut dipastikan bukan merupakan aksi premanisme, melainkan kesalahpahaman akibat kecelakaan lalu lintas ringan yang terjadi di luar wilayah Ciamis.
Penyelidikan Cepat Satreskrim Polres Ciamis
Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Carsono, menegaskan bahwa pihaknya langsung melakukan langkah proaktif sesaat setelah video tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat. Penyelidikan ini dilakukan untuk memverifikasi apakah benar ada gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayahnya.
“Adanya video viral premanisme bus di Ciamis yang tersampaikan ke pimpinan kami, kami dari Satreskrim Polres Ciamis langsung melakukan penyelidikan mendalam. Fokus kami adalah memastikan apakah narasi dugaan aksi premanisme tersebut benar-benar terjadi di wilayah Kabupaten Ciamis,” ujar AKP Carsono saat memberikan keterangan resmi, Jumat (8/5/2026).
Sebagai langkah awal, Polres Ciamis menginstruksikan seluruh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) di wilayah hukum Kabupaten Ciamis untuk melakukan pengecekan lapangan. Hal ini dilakukan guna menyisir setiap sudut jalan yang sekiranya identik dengan latar belakang tempat kejadian dalam video yang beredar.
Fakta di Balik Video Viral: Terjadi di Tasikmalaya
Setelah melakukan penyisiran dan koordinasi lintas sektor, AKP Carsono menyampaikan bahwa hasil pengecekan menunjukkan nihil kejadian serupa di Ciamis. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena informasi yang beredar telah dibumbui narasi yang menyesatkan.
“Kami sampaikan bahwa kejadian tersebut adalah tidak benar dan bukan terjadi di wilayah Kabupaten Ciamis. Seluruh jajaran Polsek sudah memberikan laporan dan menyampaikan tidak ada kejadian yang seperti viral di media sosial tersebut,” tegasnya.
Tak berhenti di situ, tim Satreskrim juga berhasil melacak dan menemui kru bus yang terlibat dalam video tersebut. Berdasarkan hasil wawancara langsung, diketahui bahwa lokasi kejadian sebenarnya berada di wilayah administratif Kabupaten Tasikmalaya, bukan Ciamis sebagaimana yang ramai diperbincangkan netizen.
Bukan Premanisme, Melainkan Gesekan Lalu Lintas
Dugaan mengenai video viral premanisme bus di Ciamis semakin terpatahkan ketika polisi mengungkap pemicu asli keributan. AKP Carsono menjelaskan bahwa pria dalam video tersebut bukan sedang melakukan pungutan liar atau tindakan premanisme, melainkan sedang emosi akibat masalah di jalan raya.
“Pemicu dari kejadian tersebut adalah adanya serempetan ataupun gesekan kendaraan antara bus dengan sebuah mobil pick-up. Jadi, ini murni perselisihan di jalan raya akibat insiden lalu lintas, bukan aksi premanisme atau upaya pemalakan terhadap kru bus,” jelas Carsono lebih lanjut.
Kasus Lama yang Sudah Selesai Secara Kekeluargaan
Kejutan lain yang diungkap pihak kepolisian adalah terkait waktu kejadian. Meski kembali ramai diunggah di berbagai platform media sosial pada Mei 2026, nyatanya video tersebut merupakan rekaman lama yang diunggah ulang (re-upload) oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Berdasarkan pengakuan saksi dan kru bus, insiden serempetan itu terjadi sekitar enam bulan yang lalu. Bahkan, masalah tersebut sudah dianggap tuntas karena kedua belah pihak sepakat untuk berdamai di lokasi kejadian tanpa menempuh jalur hukum.
“Betul, kejadian tersebut sudah terjadi kurang lebih enam bulan yang lalu. Masalahnya pun sudah diselesaikan secara kekeluargaan pada saat itu juga. Jadi, sangat disayangkan jika narasi video viral premanisme bus di Ciamis ini dimunculkan kembali dengan bumbu informasi yang salah,” tambah Carsono.
Imbauan Polisi Terkait Berita Hoaks
Terkait maraknya narasi dugaan pungutan liar (pungli) yang sering dikaitkan dengan video-video di jalanan, Polres Ciamis meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menyerap informasi. AKP Carsono menekankan pentingnya saring sebelum sharing agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap suatu daerah.
“Hasil wawancara kami dengan kru bus mempertegas bahwa tidak ada aksi premanisme. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh video yang belum jelas sumber dan kebenarannya,” pungkasnya.

