Selasa, Juni 25, 2024

Keterkaitan Antara Sosmed dan Mental Health, Simak Penjelasannya

Merasa gak sih sosial media sangat berpengaruh ke mental health kita?  ya kan, Hari gini siapa yang gak main sosial media? Sebenarnya apasih sosial media? Lantas apa hubungannya sosmed dan mental health?

Sosmed atau sosial media merupakan suatu teknologi komputer dimana penggunanya bisa memuat dan membuat berbagai informasi serta berinteraksi dengan pengguna-pengguna lainnya.

Menurut penelitian pengguna sosial media terbagi kedalam beberapa jenis diantaranya. Unpluged/jarang/hampir tidak pernah. Ini adalah kelompok orang-orang yang sangat jarang atau hampir tidak pernah menggunakan sosmed. Jadi, interaksinya itu lebih di real world yang artinya penggunaan sosmed nya minim sekali.

Diffuse Dabblers And Concentrated Dabblers

Dabblers disini itu artinya pengguna sambil lalu. Jadi penggunaan sosmednya itu sambil lalu atau sambil lewat. Intensitas penggunaan sosmednya tidak terlalu tinggi yaitu sekitar 50%. Jadi sehari-hari itu gak melulu main sosmed masih ada interaksi sosial dengan orang-orang di real worldnya dia.

Baca Juga: Cara Mudah Atasi Stres Pada Milenial, Simak Langkah Berikut Ini

Basiclly sama saja antara diffuse dabblers dan concentrated dabblers. Bedanya, kalau diffuse dabblers itu orang yang menggunakan banyak platform social media contoh instagram, twitter, youtube, whatsapp, facebook, dan lain sebagainya. Sedangkan concentrated dabblers itu hanya lebih konsentrasi ke satu sosial media misalkan dia cuma mantengin facebook saja. Jadi dia hanya fokus di facebook dan tidak terlalu pakai yang lain-lain.

Conected/Terhubung

Pengguna yang satu ini mulai warning nih. Karena pengguna sosmed conected/terhubung ini adalah pengguna sosmed yang intensitasnya tinggi bisa satu platform atau banyak platform. Dia merasa menggunakan sosial media adalah bagian dari kebutuhan dan kehidupan mereka.

Wired/Tidak Terlepas

Tidak terlepas dari sosmed ini tingkat yang lebih tinggi lagi ketergantungannya. Ciri khususnya dia punya problematic social media use. Apasih problematic social media use? Yaitu kondisi dimana seseorang merasa ketergantungan dengan penggunaan social media. Misalkan jika dia sedang stress larinya ke sosmed, atau dia dapat nilai jelek dan butek dengan pikiran larinya ke sosmed. Mencari pencerahan-pencerahan kebahagiaan atau rasa happy itu di sosmed karena mereka merasa dapat motivasi darisana. Nggak selalu buruk sih sebenarnya terkadang sosmed memang banyak memberikan pengaruh positif juga.

Namun, mesti warning juga jangan sampai kita ketergantungan sama sosmed. Karena orang-orang yang wired atau tidak terlepas dari sosmed ini nggak cuma berharap mengisi kekosongan dari sana tapi juga berharap dapat feedback dari sosial media tersebut. Ini nih yang mulai alarm buat psikologis kita. Jadi, bagaimana sih keterkaitan antara sosmed dan mental health itu?

Keterkaitan Sosmed dan Mental Health

Karena psikologis sangat penting maka ada hal yang harus diketahui. Ada beberapa keterkaitan sosmed dan mental health.

Idealized Body Image/Beauty Standard

Standar kecantikan lah singkatnya kita lihat kesana kemari kalau kita buka instagram, youtube, facebok kebanyakan dari mereka menunjukan yang secara fisik adalah bagus. Hal-hal ini yang secara tidak sadar kita konsumsi setiap hari kita lihat “oh yang banyak like nya tuh yang seperti ini” sehingga masuk ke pikiran bawah sadar kita bahwa standar kecantikan kita itu seperti ini loh yang cantik/ganteng itu yang seperti ini loh sehingga ketika kita bercermin dan kita ngerasa kita nggak sesuai dengan mereka disitulah muncul rasa tidak percaya diri karena kita cenderung ngebandingin diri kita dengan orang lain.

Hal inilah yang termasuk kedalam pengaruh buruk sosmed terhadap mental health kita.

Fear Of Missing Out (Fomo)

Apasih fomo itu? Gampangnya fomo itu adalah takut kelewatan sama berita-berita atau trend yang lagi kekinian. takut nggak hits atau takut nggak ngerti ketika temen-temen lagi ngebahas sesuatu yang happening banget lagi booming banget dan kita nggak paham. jadinya muncul rasa takut nggak di terima di suatu kelompok tertentu.

Sehingga ada rasa takut kita di bilang nggak apdet kalau kita nggak tau berita-berita terkini dan itu membuat seseorang  bisa terobsesi sama yang namanya sosmed. Fomo ini menjadi salah satu bukti bahwa sosmed dapat mempengaruhi mental health seseorang.

Nah itu dia sekiranya keterkaitan antara sosmed dan mental health. Jadilah orang yang bijak dalam menggunakan social media. Semoga bermanfaat. (Pe/Djavatoday)

5 Cara Efektif Meredakan Sakit Gigi dengan Bahan Alami

Meredakan sakit gigi bisa dilakukan dengan bantuan dokter atau menggunakan bahan alami, sehingga kamu dapat melakukannya sendiri di rumah. Sebelum makin parah, cobalah untuk...

Manfaat Daging Kambing untuk Kesehatan Tubuh

Manfaat daging kambing ternyata begitu banyak untuk kesehatan tubuh kita karena memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik.

Tips Meredam Rasa Marah, Kendalikan Emosi dengan Lebih Bijak

Tips meredam rasa marah kali ini akan membantu kamu mengendalikan emosi dengan baik. Sebagai manusia, rasa marah memang wajar datang. Namun ada kalanya kamu...

Tak Hanya Menyegarkan, Berikut Manfaat Air Kelapa yang Baik untuk Tubuh

Manfaat air kelapa memiliki peran yang cukup besar terhadap kesehatan. Lebih dari sekadar rasanya yang menyegarkan dan nikmat saat di minum, air kelapa mengandung...
Kartu Anggota Perpus
Kartu Anggota Perpus
Daftar Perpus 1
Daftar Perpus 2

Terpopuler

Lainnya