Kamis, April 25, 2024

Waroeng Djamban, Café Bergaya Tradisional di Ciamis

Hello good people, ketika bulan Ramadan Sebagian besar orang melakukan kegiatan buka Bersama. Nah, di Ciamis ada Waroeng Djamban yang merupakan café bergaya tradisional. Café ini cocok sekali menjadi tempat buka puasa bersama dengan keluarga atau teman.

Kumpulan Seni di Waroeng Djamban

Terletak dekat dengan salah satu situs di Ciamis yaitu Jambansari, itulah yang membuat penamaan café tersebut bernama Waroeng Djamban. Tepatnya berada di Jalan R.A.A Kusumadiningrat No 13, sebrang gerbang utama Situs Jambasari.

Dapat ditempuh sekitar 5 menit dari Alun-alun Ciamis. Untuk yang menggunakan transportasi umum dapat naik angkutan kota nomor 01 dan turun di gerbang selatan situs jambansari kemudian lanjut berjalan sekitar 100 meter.

Ketika sampai pengunjung akan menemukan café dengan pagar yang tersusun dari kayu  setinggi 1,5 meter. Deretan kursi kayu di halaman depan sangat macthing  dengan pagar berwarna coklat menambah kesan tradisional yang kental.

Setelah masuk, pengunjung akan lebih kaget lagi dengan furniture yang tersusun, serta gerobak angkringan yang berada di dalam. Selain itu, di setiap dinding terdapat lukisan dengan barcode di bawahnya.

Bukan hanya tempat makan namun Waroeng Djamban juga tengah menggelar pameran lukisan yang bekerja sama dengan salah satu komunitas seni Lukis di Ciamis, SLUG. SLUG (Seni Lukis Galuh) tengah memamerkan karyanya yang sudah masuk dalam pameran nasional di café ini. Sehingga bukan hanya sebagai pameran tapi menambah daya seni di café ini. Beberapa komunitas lainnya pernah bekerja sama dengan Waroeng Djamban. Di antaranya ada dari seni teater dan seni musik “Klasiku”.

Banyaknya kegiatan karya seni di Waroeng Djamban ini karena pemilik dari café merupakan penggiat seni. Bisnis yang dibangun pada akhir 2021 ini membuka kesempatan bagi penggiat seni untuk dapat mengekspresikannya di sini.

Selaku pemilik, Yagus Triana H S Bersama dengan adiknya Asep Ferry merasa senang dengan tempat usaha yang dibukanya menjadi media bagi beberapa penggiat seni.

“Bahkan saya sangat terharu ketika mereka bilang terima kasih karena telah disediakan fasilitas.” Ujar Yagus.

Selain lukisan yang menarik perhatian pengunjung, sama halnya dengan gerobak angkringan. Jarang ada café dengan tema tradisional. Pemilik café ini menyajikan makanan dengan bentuk parasmanan atau mengambil sendiri makanannya. Ini merupakan ciri khas Sunda yang pasti orang akan menemukan di beberapa acara seperti syukuran, pernikahan, dan lainnya.

Pemilik menyajikan café dengan gaya tradisional ini bertujuan sekaligus mengangkat seni-seni sunda, terutama yang ada di Ciamis.

Baca juga: Bakso Rusuk Joss Santapan Buka Puasa Ramadan ini

Menu dan Harga

Yang teringat oleh pengunjung ketika berkunjung ke tempat makan pasti citarasa atas makanan tersebut. Untuk rasa dan harga dari Waroeng Djamban ini tidak perlu ragu lagi. Rasanya lezat juga dengan harga yang terjangkau, murah-meriah.

Waroeng Djamban menyediakan berbagai makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Baik makanan tradisional atau modern di sini tersedia. Untuk harga minuman seperti milo, susu putih, es teh manis, tea jus, dan nutrisari itu harganya mulai dari Rp. 2 ribu sampai Rp. 5 ribu.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati minuman segar, terdapat Es Lemon Selasih, es strawberry, dan es lemon leci squash seharga Rp. 15 ribu sampai Rp. 18 ribu. Selain itu terdapt beberapa jenis kopi dan jus untuk menurunkan dahaga pengunjung.

Tidak kalah dengan minuman, makanan di sini pun beragam dan tentunya ramah di kantong. Makanan yang kini sedang marak disenangi oleh remaja pun turut menjadi best seller, yaitu seblak. Kebanyakan dari pengunjung remaja biasa memesan seblak atau mie. Pengunjung dapat memilih topping mie yang ada sesuka hati.

Untuk harga makanan di sini berkisar antara Rp. 10 ribu sampai Rp. 25 ribu. Harga yang cocok di kantong siapapun. Di sini juga dapat mengambil minum sepuasnya. Bagi Good people yang ingin buka bersama di sini tentu tidak akan risau akan meninggalkan shalat magrib. karena di sini sudah tersedia tempat untuk shalat

Nah, itu seputar Waroeng Djamban café baru di Ciamis yang bergaya tradisional. Jika berkunjung ke Situs Jambansari jangan lupa untuk mampir dan makan sigan. Stay safe.

Pasha Anisa/Djavatoday

Tebing di Sadananya Ciamis Longsor, Satu Rumah Terancam

Djavatoday.com,- Tebing sepanjang 6 meter dengan tinggi 8 meter dan lebar 4 meter di Desa Sadananya, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis longsor, Rabu (24/4/2024). Dampak tebing...

Dinsos Ciamis Salurkan Bantuan untuk Warga Sukadana dari Sentra Batu Raden

Djavatoday.com,- Dinas Sosial Kabupaten Ciamis telah menyalurkan bantuan kepada salah satu warga di Desa Bunter, Kecamatan Sukadana. Bantuan tersebut berasal dari Sentra Batu Raden Kementerian...

Warga Desa Baregbeg Ciamis Ini Sumringah dapat Bantuan Rutilahu

Djavatoday.com,- Sutara warga Dusun/Desa Baregbeg, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis sumringah karena mendapatkan bantuan dari program Rutilahu. Program rumah tidak layak huni (Rutilahu) tersebut dari Pemerintah...

Hujan Deras, Tanah Longsor Terjang Desa Bendasari Ciamis

Djavatoday.com, - Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Ciamis pada Selasa (23/4/2024) sore hingga malam, menyebabkan tanah longsor di Desa Bendasari, Kecamatan...

Terpopuler

Lainnya