Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Musim kemarau yang mulai berlangsung di Kabupaten Ciamis membawa dampak serius bagi sejumlah wilayah. Krisis air bersih kini mulai meluas ke beberapa desa dan kelurahan di empat kecamatan. Untuk membantu warga yang terdampak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis telah menyalurkan sekitar 80 ribu liter air bersih hingga akhir Juli 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengatakan distribusi air dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari pemerintah desa mengenai sumber-sumber air yang mulai mengering dan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Begitu ada laporan dari desa, kami langsung turun melakukan asesmen. Kalau memang masyarakat sudah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, bantuan segera kami kirim. Sampai sekarang total sekitar 80 ribu liter air bersih sudah didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak,” ujar Ani, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, bantuan difokuskan ke wilayah yang paling terdampak, yakni Kecamatan Banjarsari, Banjaranyar, Cidolog, dan Kecamatan Ciamis.
Di Kecamatan Banjarsari dan Banjaranyar, tercatat sebanyak 2.707 warga terdampak kekeringan. Mereka tersebar di 10 dusun yang berada di lima desa. Sementara itu, di Kelurahan Benteng, Kecamatan Ciamis, sekitar 300 warga juga mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Ani menjelaskan, distribusi air bersih telah dilakukan ke Desa Kawasen dan Desa Cibadak di Kecamatan Banjarsari. Selanjutnya bantuan juga disalurkan ke Desa Banjaranyar, Desa Cigayam, dan Desa Cikaso di Kecamatan Banjaranyar, serta sejumlah titik di Kecamatan Cidolog dan Kelurahan Benteng.
“Kami terus memantau perkembangan di lapangan. Selama musim kemarau masih berlangsung, kemungkinan ada wilayah lain yang ikut terdampak tetap ada. Karena itu tim kami selalu siaga untuk merespons setiap laporan yang masuk,” katanya.
Penanganan kekeringan, lanjut Ani, tidak hanya dilakukan oleh BPBD. Sejumlah instansi dan lembaga juga ikut membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
PMI Kabupaten Ciamis telah mengirimkan satu tangki air bersih ke Desa Karangpaninggal, Kecamatan Tambaksari. Sementara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy turut menyalurkan dua tangki air bersih ke Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari.
“Alhamdulillah penanganan dilakukan secara bersama-sama. Dukungan dari berbagai pihak sangat membantu mempercepat distribusi air bersih sehingga kebutuhan masyarakat bisa segera terpenuhi,” tutur Ani.
BPBD memperkirakan jumlah wilayah yang mengalami kekeringan masih berpotensi bertambah apabila musim kemarau berlangsung lebih lama. Karena itu, pemantauan terus dilakukan terhadap daerah-daerah yang masuk kategori rawan kekeringan.
Ani juga mengimbau masyarakat agar tidak menunggu kondisi semakin parah apabila mulai kesulitan memperoleh air bersih.
“Kalau sumber air di wilayahnya mulai mengering, segera laporkan melalui pemerintah desa atau kecamatan. Nanti akan diteruskan kepada BPBD agar kami bisa segera melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

