Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Ratusan penari dari berbagai daerah di Jawa Barat memeriahkan Festival Tari Tradisional, khususnya Jaipongan, yang digelar di Amphiteater Pusat Budaya Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang diprakarsai Senja Entertainment ini berlangsung selama tiga hari, 11-13 September 2026. Festival tersebut mengusung tema “Ceta Ngajomantara” dan menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keberadaan tari tradisional di tengah perkembangan zaman.
Festival ini turut dihadiri jajaran Pemkab Ciamis, di antaranya Kepala Disbudpora Ciamis, Kepala Satpol PP Ciamis, Dinas Pariwisata Ciamis, serta Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Ciamis.
Kepala BPPD Ciamis, Endang Haris Juanda, mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, seni tari sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Ciamis dan merupakan kearifan lokal yang perlu terus dirawat.
“Festival seperti ini penting agar seni tari tradisional tetap dicintai, bukan hanya oleh generasi sekarang, tetapi juga generasi yang akan datang. Kami berterima kasih kepada Senja Entertainment yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Endang.
Ia menilai festival tersebut juga membawa dampak positif bagi sektor pariwisata. Kehadiran pertunjukan seni di kawasan Karangkamulyan dinilai bisa menjadi alasan tambahan bagi wisatawan untuk datang.
“Ini juga menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan ekonomi. Selain pertunjukan tari, ada juga stand UMKM, ekonomi kreatif, dan kerajinan khas Ciamis,” katanya.
Antusiasme peserta pun cukup tinggi. Endang menyebut sekitar 300 peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat ikut ambil bagian dalam festival yang baru memasuki penyelenggaraan musim pertama tersebut.
“Ternyata antusiasmenya luar biasa. Berdasarkan catatan, ada kurang lebih 300 peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat dan ini baru season pertama,” ucapnya.
Endang berharap festival tersebut bisa digelar secara rutin setiap tahun dan masuk dalam kalender event Kabupaten Ciamis. Dengan begitu, kegiatan seni dan budaya tidak hanya menjadi ruang bagi para seniman, tetapi juga ikut memperkuat daya tarik wisata Tatar Galuh.
Pada acara final, rencananya wisatawan juga dapat memanfaatkan layanan wisata Gatrik dari Alun-alun Ciamis menuju kawasan Karangkamulyan.
“Mudah-mudahan ke depan kegiatan seperti ini bisa rutin diselenggarakan setiap tahun sehingga semakin banyak wisatawan yang datang ke Tatar Galuh Ciamis,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

