Berita Nasional (Djavatoday.com),- Sebanyak 125 juru masak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengikuti pelatihan dan uji kompetensi di Kabupaten Banyumas, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan ini digelar bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Gunadharma Utama Semarang untuk meningkatkan kemampuan juru masak dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Paguyuban Yayasan dan Mitra BGN, R Ucu Supriatna atau Abah Ucu, mengatakan sertifikasi tidak berhenti pada pemberian sertifikat. Yang lebih penting, para juru masak memiliki kemampuan dan memahami standar pengolahan makanan di dapur SPPG.
“Ini merupakan pelatihan sekaligus uji kompetensi bagi juru masak. Hari ini ada dua kategori, yakni cook dan CDP,” ujar Ucu.
Menurutnya, kemampuan juru masak perlu terus ditingkatkan karena mereka memegang peran penting dalam menyiapkan makanan untuk program MBG. Pelatihan diberikan mulai dari kemampuan dasar hingga tingkat lanjutan.
“Sesuai yang disampaikan Kepala BGN, yayasan dan mitra bertugas menyiapkan sumber daya, terutama dalam pengolahan makanan,” tuturnya.
Ucu juga melihat sertifikasi sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan para relawan. Dengan kemampuan yang semakin baik, peluang peningkatan penghasilan juga terbuka.
“Peningkatan itu juga harus didukung dengan keahlian, termasuk bagi juru masak,” ucapnya.
Tak hanya soal sumber daya manusia, Ucu menyebut keberadaan program MBG ikut memberikan dampak terhadap perekonomian. Kegiatan dapur SPPG turut menggerakkan usaha di sektor pertanian dan peternakan.
“Dampak ekonomi dari program MBG sangat besar dan turut mendorong aktivitas para pelaku usaha,” katanya.
Sertifikasi Juru Masak SPPG
Sementara itu, Asesor Chef LSP Gunadharma, Mohamad Rozikin, menegaskan bahwa sertifikasi bukan hanya soal memiliki dokumen. Sebelum mengikuti ujian, peserta terlebih dahulu mendapat pembekalan mengenai pengelolaan makanan di dapur SPPG.
“Sertifikasi ini tak hanya sekadar mendapat sertifikat, tapi juru masak SPPG sudah mendapat pelatihan sebelumnya,” terangnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapat pemahaman tentang pemilihan menu, keamanan pangan, penyimpanan hingga proses pengolahan makanan.
Bekal tersebut diharapkan membuat para juru masak mampu menjaga kualitas sekaligus keamanan makanan yang disajikan bagi penerima manfaat MBG.
“Harapannya, setiap makanan yang dihasilkan di dapur SPPG sesuai standar dan aman dikonsumsi oleh penerima manfaat,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

