Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, denyut budaya kembali terasa di berbagai penjuru Kabupaten Ciamis. Bagi masyarakat setempat, Ramadan bukan hanya disambut dengan persiapan ibadah, tetapi juga dengan tradisi adat yang diwariskan lintas generasi sebagai wujud syukur dan penyucian diri.
Tradisi-tradisi ini dikenal sebagai mapag Ramadan, sebuah rangkaian ritual budaya yang sarat nilai spiritual, sosial, dan edukatif. Selain menjadi ruang refleksi menjelang puasa, kegiatan ini juga memperkuat silaturahmi serta semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis mencatat sedikitnya enam tradisi budaya akan digelar sepanjang Februari 2026. Tradisi tersebut tersebar di sejumlah situs bersejarah dan terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas kultural Ciamis.
Kepala Disbudpora Ciamis, Dian Budiyana, menilai mapag Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana pendidikan spiritual dan karakter.
“Maknanya bukan hanya membersihkan lingkungan atau situs, tapi juga membersihkan diri dan hati. Ini menjadi momen introspeksi agar masyarakat lebih siap menjalani ibadah puasa,” ujar Dian, Rabu (4/2/2026).
Ia menambahkan, tradisi ini juga menjadi ruang bertemunya warga untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial sebelum memasuki bulan Ramadan.
“Nilai silaturahmi dan gotong royongnya sangat kuat. Ini warisan para leluhur dan ulama yang patut kita jaga,” katanya.
Ciamis sendiri dikenal kaya akan peninggalan sejarah, mulai dari masa prasejarah hingga kerajaan. Menjelang Ramadan, kekayaan tersebut kembali hidup melalui ritual adat yang digelar masyarakat secara kolektif.
Disbudpora berharap pelaksanaan tradisi mapag Ramadan tahun ini dapat berjalan lancar sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap budaya lokal.
“Semangat gotong royong di Ciamis masih sangat terasa dan terus tumbuh. Ini kekuatan utama yang harus dipertahankan,” pungkas Dian.
Enam Tradisi Budaya Mapag Ramadan 2026 di Ciamis
- Nyepuh Ciomas – 4 Februari 2026
Tradisi Nyepuh dilaksanakan di Situs Geger Emas, Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu. Warga berziarah ke makam leluhur sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh penyebar Islam di wilayah tersebut. Melalui Nyepuh, masyarakat diajak meneladani nilai keteladanan para pendahulu serta memperkuat kebersamaan. - Misalin Cimaragas – 8 Februari 2026
Digelar di Situs Bojonggaluh Salawe, Kecamatan Cimaragas, tradisi Misalin menjadi prosesi penyucian diri lahir dan batin. Ritual ini rutin dilaksanakan komunitas adat Kawargian Galuh Salawe sebagai persiapan spiritual menyambut Ramadan. - Ngikis Karangkamulyan – 9 Februari 2026
Tradisi Ngikis berlangsung di Situs Bojong Galuh Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing. Masyarakat melakukan ritual pensucian diri sekaligus penghormatan kepada leluhur, dengan makna memagar hati dari perbuatan tidak baik sebelum berpuasa. - Merlawu Susuru Kertabumi – 9 Februari 2026
Merlawu digelar di Situs Prabu Dimuntur, Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeungjing. Prosesi dimulai dengan ziarah makam, dilanjutkan penuturan sejarah leluhur, dan ditutup dengan balaecrakan atau makan bersama sebagai simbol kerukunan dan solidaritas warga. - Ngikis Gunung Padang – 12 Februari 2026
Di Situs Gunung Padang, Kecamatan Sindangkasih, tradisi Ngikis dilakukan melalui kegiatan bebersih situs yang dilanjutkan doa bersama. Ritual ini menjadi wujud kepedulian terhadap warisan sejarah sekaligus doa menyambut Ramadan. - Nadran Manguntapa – 15 Februari 2026
Tradisi Nadran digelar di Situs Ki Manguntapa, Desa Baregbeg, Kecamatan Baregbeg. Kegiatan ini diikuti warga dan pegiat budaya lokal dengan rangkaian bebersih makam leluhur, sekaligus ajang silaturahmi dan pelestarian budaya. (Ayu/CN/Djavatoday)

