Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Langit Lakbok mulai temaram ketika rombongan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menyambangi Desa Cintaratu, Senin (23/2/2026). Di sela agenda kunjungan kerjanya, dua rumah sederhana dengan dinding kusam dan atap yang mulai rapuh menjadi perhatian orang nomor satu di Kabupaten Ciamis itu.
Hari itu, Herdiat menyerahkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kepada dua warga Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok, yakni Supriyatin (RT 28 RW 07) dan Sati (RT 34 RW 09), seorang ibu dengan tiga anak. Kondisi rumah keduanya dinilai membutuhkan perbaikan segera agar lebih aman dan nyaman untuk ditempati.
Masing-masing menerima bantuan sebesar Rp 20 juta yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BJB. Dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki bagian rumah yang rusak, mulai dari struktur bangunan hingga atap dan dinding yang sudah tidak layak.
Di hadapan warga, Herdiat menyampaikan terima kasih kepada Bank BJB atas kontribusinya membantu masyarakat. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi kunci dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan warga.
“Bantuan ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya yang rumahnya sudah tidak layak huni. Kami berharap dana ini dimanfaatkan sebaik-baiknya agar rumah bisa segera diperbaiki dan lebih nyaman ditempati,” ujar Herdiat.
Ia menegaskan, program Rutilahu akan terus berjalan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran dan dukungan berbagai pihak. Menurutnya, rumah yang layak bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga fondasi bagi tumbuhnya ketenangan dan kesejahteraan keluarga.
Bagi Sati, bantuan itu datang di saat yang tak terduga. Ia mengaku tak menyangka akan didatangi langsung oleh bupati. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukurnya.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan anak-anak,” tuturnya lirih.
Kini, harapan baru mulai tumbuh di sudut Desa Cintaratu. Dua rumah yang sebelumnya berdiri dalam keterbatasan, perlahan akan berbenah. Bagi Supriyatin dan Sati, bantuan itu bukan sekadar angka Rp 20 juta, melainkan secercah harapan untuk tinggal lebih aman, nyaman, dan bermartabat. (Ayu/CN/Djavatoday)

