Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya meninjau langsung lokasi banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citalahab di Kecamatan Pamarican, Selasa (17/2/2026). Ia menegaskan, perbaikan tanggul harus segera dipercepat agar banjir tidak kembali terulang.
Kunjungan tersebut dilakukan menyusul banjir yang terjadi untuk kedua kalinya dalam dua pekan terakhir. Luapan sungai merendam dua desa, yakni Bangunsari dan Sukahurip.
Di Desa Bangunsari, banjir paling parah terjadi di Dusun Kubangpari. Sebanyak 260 rumah milik 282 kepala keluarga atau 831 jiwa terdampak, dengan ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu meter. Selain permukiman, sekitar 200 hektare sawah ikut terendam.
Sementara itu di Desa Sukahurip, genangan air merendam 34 rumah di Dusun Sambungjaya dan satu rumah di Dusun Kertajaya. Akses jalan penghubung Bangunsari–Sukahurip sempat terganggu. Banjir juga berdampak pada kolam dan kebun seluas kurang lebih lima hektare serta sekitar 30 hektare lahan sawah yang terancam gagal tanam. Total 35 rumah tercatat terdampak di desa tersebut.
Sebanyak 164 warga Bangunsari sebelumnya mengungsi ke Masjid Nurul Hak dan Diniyah Al Ma’arif. Seiring surutnya air, para pengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur.
Herdiat mengatakan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Barat guna mempercepat penanganan tanggul yang jebol.
“Ini harus segera ditangani. Kami sudah berkoordinasi dengan BBWS dan juga berkomunikasi dengan Pak Gubernur. Insyaallah penanganannya dipercepat,” ujar Herdiat.
Ia mengingatkan, tanpa perbaikan menyeluruh, banjir berpotensi kembali terjadi saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut. Menurutnya, kondisi tanggul yang belum permanen menjadi faktor kerentanan utama.
Pemerintah Kabupaten Ciamis juga telah menyiapkan dapur umum untuk membantu warga terdampak yang tidak dapat memasak di rumah. Bantuan logistik darurat disalurkan guna meringankan beban masyarakat.
Terkait potensi cuaca ekstrem, Herdiat mengimbau warga tetap waspada. Ia menegaskan, Ciamis termasuk daerah rawan bencana sehingga kesiapsiagaan masyarakat perlu terus ditingkatkan melalui koordinasi dengan para kepala desa. (Ayu/CN/Djavatoday)

