Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pemerintah Kabupaten Ciamis mengambil langkah baru untuk membantu mengatasi kekurangan tenaga pendidik di sekolah. Melalui kolaborasi antara Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Pendidikan, dan Universitas Galuh (Unigal), sebanyak 54 mahasiswa FKIP resmi diterjunkan ke sekolah-sekolah melalui Program Magang Mahasiswa Guru Terintegrasi Tahun 2026.
Pelepasan peserta magang berlangsung di Aula BKPSDM Kabupaten Ciamis. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BKPSDM Ciamis Ai Rusli Suargi, Kabid Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Rifki Arifin, perwakilan Dinas Pendidikan, serta jajaran Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Galuh.
Program ini menjadi salah satu solusi atas semakin berkurangnya jumlah guru ASN di Kabupaten Ciamis. Banyaknya aparatur yang memasuki masa pensiun, meninggal dunia, hingga mutasi ke luar daerah membuat sejumlah sekolah mengalami kekurangan tenaga pengajar, sementara ruang untuk penambahan pegawai masih terbatas.
Kepala BKPSDM Kabupaten Ciamis, Ai Rusli Suargi, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk inovasi daerah agar kebutuhan guru tetap dapat terpenuhi tanpa harus menunggu proses pengangkatan ASN baru.
“Melalui kerja sama ini kami mencoba menghadirkan solusi yang saling menguntungkan. Sekolah yang kekurangan guru mendapatkan tambahan tenaga pendidik, sementara mahasiswa memperoleh pengalaman mengajar secara langsung di lapangan. Ini menjadi langkah yang legal, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan di Ciamis,” ujarnya.
Menurut Ai, penyusunan program dilakukan berdasarkan data kebutuhan guru yang dihimpun bersama Dinas Pendidikan. Penempatan mahasiswa pun disesuaikan dengan domisili agar lebih efektif dan memudahkan mereka selama menjalani masa magang.
Program tersebut mengacu pada Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BKPSDM, Dinas Pendidikan, dan Universitas Galuh tentang penyelenggaraan pengembangan SDM, pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaannya juga berlandaskan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN dan Permendikti Saintek Nomor 39 Tahun 2025.
Sementara itu, Kabid Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Ciamis, Rifki Arifin, menjelaskan seluruh proses penempatan dilakukan melalui sistem pendataan terintegrasi sehingga kebutuhan setiap sekolah dapat dipetakan dengan lebih akurat.
“Kami mencocokkan data kekurangan guru dengan domisili mahasiswa melalui aplikasi yang telah disiapkan. Dengan cara ini, penempatan menjadi lebih tepat sasaran sehingga 54 mahasiswa bisa langsung mengisi kebutuhan di 18 sekolah yang memang membutuhkan tenaga pendidik,” jelas Rifki.
Peserta program merupakan mahasiswa semester enam FKIP Universitas Galuh yang sedang menjalani Program Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP). Selama dua bulan, mulai Agustus hingga September 2026, mereka akan bertugas di 18 sekolah jenjang SD dan SMP di berbagai wilayah Kabupaten Ciamis.
Wakil Dekan I FKIP Universitas Galuh, Dr. Yeni Wijayanti, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, program ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan mengajar sekaligus memperluas jejaring dengan pemerintah daerah.
“Mahasiswa yang kami kirim sudah memiliki bekal mata kuliah kependidikan, sehingga siap terjun ke sekolah. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut karena memberikan pengalaman yang sangat berharga sekaligus membuka peluang bagi lulusan FKIP di masa mendatang,” katanya.
Hal senada disampaikan salah seorang peserta magang, Ayi Nuraeni, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yang ditempatkan di SMPN 8 Ciamis. Ia mengaku antusias mengikuti program tersebut karena merasa dapat memberikan kontribusi langsung kepada sekolah yang membutuhkan guru.
“Proses pendaftarannya mudah karena berbasis sistem. Yang paling membuat saya senang, penempatannya benar-benar sesuai kebutuhan sekolah sehingga kami merasa bisa memberikan manfaat sekaligus mendapatkan pengalaman mengajar yang sangat berharga,” ungkapnya.
Melalui program percontohan ini, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap persoalan kekurangan guru dapat sedikit teratasi, sekaligus menciptakan sinergi antara dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan nyata di sekolah-sekolah. Jika berjalan optimal, program tersebut berpeluang dikembangkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Tatar Galuh. (Ayu/CN/Djavatoday)

