Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Sebanyak 37 kelompok tani (poktan) di Kabupaten Ciamis menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) pra-panen. Bantuan tersebut berupa 12 unit traktor roda dua dan 25 unit pompa air.
Penyaluran bantuan berlangsung di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Senin (21/9/2026). Bantuan tersebut berasal dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian melalui aspirasi masyarakat yang diperjuangkan anggota Komisi IV DPR RI Rina Sa’adah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis Ape Ruswandana mengatakan, bantuan alsintan tersebut diharapkan bisa membantu aktivitas petani sekaligus menjawab persoalan yang muncul akibat kondisi cuaca, terutama berkurangnya ketersediaan air.
“Tujuan kegiatan ini adalah mendistribusikan alsintan pra-panen kepada 37 poktan,” kata Ape dalam laporannya.
Ia menjelaskan, 12 traktor yang disalurkan merupakan traktor roda dua dengan kapasitas 8,5 horsepower (HP). Sementara 25 unit lainnya berupa pompa air berukuran 3 inci.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan berdasarkan sejumlah ketentuan, termasuk Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan serta petunjuk teknis pengadaan dan penyaluran bantuan alsintan dari Direktorat Jenderal PSP Kementerian Pertanian.
Selain melaporkan penyaluran alsintan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis juga memaparkan perkembangan sejumlah program pembangunan dan rehabilitasi prasarana pertanian sepanjang 2026.
Untuk rehabilitasi perpompaan, tercatat sekitar 187 unit kegiatan. Sebanyak 40 unit sudah masuk pengerjaan fisik, sedangkan 144 unit masih dalam tahap verifikasi dan penyusunan.
Kemudian untuk rehabilitasi perpipaan terdapat 35 unit kegiatan. Sebanyak 26 unit sudah dikerjakan secara fisik dan sembilan unit masih dalam proses verifikasi serta penyusunan.
Pada pembangunan jaringan tersier, terdapat 114 unit kegiatan. Dari jumlah tersebut, 49 unit sedang dalam pengerjaan fisik dan 65 unit lainnya masih melalui tahapan verifikasi dan penyusunan.
Sementara program optimalisasi lahan mencatat 14 unit yang seluruhnya telah menyelesaikan pengerjaan fisik.
Adapun kegiatan yang dalam laporan disebut sebagai “jalan Sereh tani” mencakup 41 titik. Sebanyak 12 unit sedang dikerjakan, delapan unit masuk tahap verifikasi, sedangkan 21 unit lainnya juga masih dalam proses verifikasi.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan bantuan pompa air dan traktor sangat dibutuhkan petani, terutama karena Ciamis tengah menghadapi kemarau panjang.
Menurut Herdiat, kondisi tersebut membuat ketersediaan air di sejumlah wilayah mulai berkurang.
“Ciamis hampir lima bulan tidak turun hujan. Diberi bantuan pompanisasi dan traktor sangat bermanfaat,” kata Herdiat.
Ia meminta kelompok tani penerima bantuan memanfaatkan pompa tersebut untuk mengambil air dari sumber-sumber yang masih tersedia. Terlebih, debit sejumlah sungai mulai mengalami penyusutan.
Herdiat mencontohkan kondisi Sungai Cikadongdong yang menurutnya debit airnya mulai berkurang. Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan semakin berkurangnya tutupan pohon dan mengajak masyarakat kembali memperhatikan penghijauan.
“Titip penghijauan kepada bapak ibu agar pertanian berkelanjutan. Kalau nanti hutan tidak dirawat, dampaknya kepada kita 10-20 tahun yang akan datang,” ujarnya.
Menurut Herdiat, bantuan alsintan bukan semata-mata untuk mengatasi persoalan air. Lebih dari itu, bantuan tersebut diharapkan mendorong petani beralih dari cara kerja manual menuju pertanian yang lebih modern dan menggunakan mekanisasi.
Dengan penggunaan mesin, proses pengolahan lahan diharapkan menjadi lebih efektif, produksi meningkat dan ketergantungan terhadap tenaga manusia bisa dikurangi.
“Pertama untuk meningkatkan produksi dan produktivitas supaya penghasilan meningkat. Kemudian kedua mengurangi ketergantungan kepada tenaga manusia manual, harus sudah modernisasi,” katanya.
Herdiat juga mengingatkan petani agar tidak hanya mengejar jumlah produksi. Kualitas hasil pertanian perlu diperhatikan sehingga komoditas yang dihasilkan tetap memiliki daya saing ketika harga mengalami perubahan, terutama saat musim panen.
Ia juga berpesan agar kelompok tani menjaga bantuan yang sudah diterima. Alsintan tersebut diharapkan digunakan bersama-sama dan tidak dialihkan kepada pihak lain.
“Manfaatkan alat ini dengan sebaik-baiknya, jangan digadai, jangan dijual,” tegasnya.
Anggota Komisi IV DPR RI Rina Sa’adah mengatakan pembangunan ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan mengejar peningkatan produksi beras, jagung maupun komoditas lainnya.
Menurutnya, ada hal lain yang juga perlu diperhatikan, mulai dari harga pangan hingga kesejahteraan petani sebagai pihak yang berada di garis depan produksi.
“Ketahanan pangan nasional tidak cukup ada pertambahan produksi pangan beras, jagung, tetapi harus memastikan juga harga pangan. Terus juga yang paling penting adalah kesejahteraan petani,” kata Rina.
Karena itu, dukungan kepada petani menurut Rina perlu diberikan secara menyeluruh. Bukan hanya berupa alsintan, tetapi juga memastikan ketersediaan benih, pupuk dan sarana pendukung lainnya dengan harga yang terjangkau.
Rina menjelaskan, anggota DPR RI memiliki fungsi dalam mengawal anggaran, legislasi dan pengawasan terhadap program pemerintah. Namun, untuk menentukan kebutuhan di daerah, pemerintah daerah tetap memiliki peran penting karena lebih memahami kondisi kelompok tani di wilayahnya.
Ia pun mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Ciamis yang membantu proses pendataan dan verifikasi calon penerima bantuan.
“Alhamdulillah dalam perjalanannya saya banyak terbantu oleh Pak Bupati dan jajaran dalam pendataan verifikasi,” ujarnya.
Selain bantuan alsintan, Rina mengatakan sejumlah program infrastruktur pertanian lainnya juga sedang diproses. Di antaranya jaringan irigasi tersier (JIT), embung dan pembangunan irigasi.
Data calon penerima maupun lokasi yang akan mendapatkan program tersebut, kata dia, sudah dikumpulkan dan kini memasuki tahap verifikasi sebelum bantuan disalurkan.
Rina juga menyoroti kondisi kemarau panjang yang ikut memberikan tekanan terhadap sektor pertanian Ciamis. Menurutnya, bantuan pompa air akan lebih maksimal jika didukung sumber air dan jaringan pengairan yang memadai.
“Pompa sudah ada dan nanti kita bangunkan irigasi. Terus juga nanti ada embung,” katanya.
Ia berharap hujan segera turun sehingga kondisi lahan pertanian kembali membaik. Sementara bantuan yang sudah diterima kelompok tani diharapkan bisa dimanfaatkan secara bersama-sama, dirawat dan digunakan dalam jangka panjang untuk mendukung kegiatan pertanian di Ciamis. (Yuliana/CN/Djavatoday)

