Hari Bebas Kendaraan Bermotor Sedunia 22 September: Sejarah, Tujuan, dan Cara Memperingatinya

Setiap 22 September diperingati sebagai Hari Bebas Kendaraan Bermotor Sedunia atau World Car-Free Day. Momen ini mengajak masyarakat untuk sejenak mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan mencoba cara bepergian yang lebih ramah lingkungan.

Di sejumlah tempat, peringatan tersebut dilakukan dengan menutup ruas jalan tertentu dari kendaraan bermotor. Jalan yang biasanya dipadati kendaraan kemudian berubah menjadi ruang bagi pejalan kaki, pesepeda maupun berbagai aktivitas masyarakat.

Bukan sekadar soal tidak menggunakan kendaraan. Hari Bebas Kendaraan Bermotor juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali kebiasaan masyarakat dalam menggunakan transportasi sehari-hari.

Sejarah Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Gagasan tentang hari bebas kendaraan mulai berkembang pada akhir 1990-an. Salah satu kegiatan yang tercatat berlangsung pada 1997 di La Rochelle, Prancis.

Gerakan tersebut kemudian berkembang. Pada 2000, kegiatan Car Free Day digelar di sejumlah negara Eropa dan mulai mendapat perhatian sebagai bagian dari kampanye mobilitas perkotaan yang lebih ramah lingkungan.

Selanjutnya, pada 2002, European Mobility Week mulai digelar setiap 16-22 September. Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan Car-Free Day pada 22 September.

Seiring waktu, gagasan hari bebas kendaraan menyebar ke berbagai negara. Pelaksanaannya pun disesuaikan dengan kondisi dan kebijakan masing-masing daerah.

Apa Tujuan Hari Bebas Kendaraan?

Hari Bebas Kendaraan Bermotor memiliki tujuan utama untuk mengajak masyarakat mencoba pilihan transportasi selain kendaraan pribadi.

Berjalan kaki, bersepeda, menggunakan transportasi umum atau berbagi kendaraan menjadi beberapa pilihan yang dapat digunakan untuk perjalanan tertentu.

Momen ini juga memberikan kesempatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk melihat kembali penggunaan ruang publik. Ruas jalan yang biasanya dipenuhi kendaraan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga, komunitas, edukasi maupun aktivitas sosial.

Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan suasana ruang kota yang berbeda ketika jumlah kendaraan bermotor dikurangi.

Manfaat Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Pengurangan kendaraan bermotor di suatu kawasan dapat membuat suasana jalan menjadi lebih nyaman bagi pejalan kaki dan pesepeda. Selain itu, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan upaya mengurangi emisi dan kebisingan dari lalu lintas.

Bagi masyarakat, kegiatan ini bisa menjadi kesempatan untuk berolahraga sekaligus mencoba pola perjalanan yang tidak selalu bergantung pada kendaraan pribadi.

Hari Bebas Kendaraan juga dapat menjadi sarana edukasi, terutama bagi anak-anak. Mereka bisa dikenalkan dengan kebiasaan berjalan kaki, bersepeda dan pentingnya menjaga keselamatan ketika berada di jalan.

Car Free Day di Indonesia

Di Indonesia, konsep Car Free Day (CFD) sudah cukup dikenal. Sejumlah daerah secara rutin menutup ruas jalan tertentu pada waktu yang telah ditetapkan.

Ketika jalan ditutup untuk kendaraan bermotor, masyarakat biasanya memanfaatkannya untuk berolahraga, bersepeda, berjalan kaki, berkumpul bersama keluarga hingga mengikuti kegiatan komunitas.

Pelaksanaannya tidak selalu sama di setiap daerah. Ada yang dilakukan setiap akhir pekan, ada pula yang digelar pada waktu tertentu sesuai kebijakan pemerintah setempat.

Cara Memperingati Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Masyarakat tidak harus menunggu adanya acara besar untuk ikut memperingati Hari Bebas Kendaraan Bermotor. Ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan.

Misalnya dengan memilih berjalan kaki jika tujuan cukup dekat, menggunakan sepeda untuk perjalanan tertentu atau mencoba transportasi umum.

Bisa juga mengajak keluarga berolahraga bersama di ruang publik, mengikuti kegiatan Car Free Day di daerah masing-masing atau mengedukasi anak-anak mengenai keselamatan berlalu lintas.

Yang tidak kalah penting, masyarakat dapat mulai membiasakan diri memilih moda transportasi sesuai kebutuhan. Tidak semua perjalanan harus dilakukan menggunakan kendaraan pribadi.

Hari Bebas Kendaraan Bukan Sekadar Menutup Jalan

Pada akhirnya, Hari Bebas Kendaraan Bermotor Sedunia bukan hanya tentang menutup ruas jalan selama beberapa jam. Ada pesan yang lebih luas mengenai lingkungan, kesehatan, keselamatan dan bagaimana ruang publik digunakan bersama.

Setiap 22 September menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak dari kebiasaan menggunakan kendaraan bermotor dan melihat bahwa ada banyak pilihan untuk bergerak.

Dari langkah sederhana seperti berjalan kaki atau bersepeda, masyarakat bisa ikut membangun kebiasaan mobilitas yang lebih ramah lingkungan dan membuat ruang kota terasa lebih nyaman. (Ayu/CN/Djavatoday)

Hari Lalu Lintas Bhayangkara 2026: Sejarah, Makna, dan Cara Memperingatinya

Setiap 22 September, masyarakat Indonesia memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara. Peringatan ini menjadi bagian dari perjalanan panjang Korps Lalu Lintas Polri dalam menjalankan tugas...

Hari Perdamaian Internasional Diperingati 21 September, Ini Sejarah dan Cara Memperingatinya

Hari Perdamaian Internasional diperingati setiap 21 September. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga perdamaian bukan hanya tugas pemerintah atau lembaga internasional. Hal sederhana yang...

World Cleanup Day: Sejarah, Diperingati Kapan dan Cara Memperingatinya

World Cleanup Day atau Hari Aksi Bersih Sedunia menjadi salah satu momentum global untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan persoalan sampah....

Hari Bambu Sedunia 18 September: Sejarah, Makna, dan Cara Memperingatinya

Hari Bambu Sedunia diperingati setiap tanggal 18 September. Peringatan ini menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat tanaman bambu yang sejak lama hidup berdampingan dengan...

Terbaru