Jejak Perkebunan Belanda di Batu Datar Ciamis, Ada Pabrik Karet hingga PLTA

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Suasana Dusun Batu Datar, Desa Cintanagara, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, kini jauh berbeda dibanding puluhan tahun lalu. Kawasan yang terlihat tenang itu ternyata pernah menjadi pusat aktivitas perkebunan karet dan teh pada masa kolonial Belanda.

Bukan hanya perkebunan, di kawasan tersebut juga pernah berdiri pabrik pengolahan karet dan teh. Bahkan, aktivitas perkebunan dilengkapi dengan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang memanfaatkan aliran air di kawasan setempat.

Jejak masa lalu itu kini tinggal cerita dan sejumlah peninggalan fisik yang masih dapat ditemukan. Salah satunya berupa bak penampung air serta struktur batu yang dahulu berkaitan dengan fasilitas pembangkit listrik.

Cerita tentang masa kejayaan Batu Datar masih diingat oleh Juhandi (75), warga setempat yang pernah bekerja di pabrik karet. Ia mengaku masih ingat bagaimana aktivitas pabrik menjadi bagian dari kehidupan masyarakat saat itu.

“Saya dulu bekerja di pabrik karet milik Belanda yang dikelola oleh salah seorang kepercayaannya, Tuan Awab serta orang kepercayaannya yakni Pak Atang. Saya berhenti bekerja di pabrik karet itu sekitar tahun 1980,” ujar Juhandi saat ditemui di rumahnya, Senin (21/9/2026).

Menurut Juhandi, keberadaan perkebunan dan pabrik membuat warga relatif mudah mendapatkan pekerjaan. Sebagian bekerja di perkebunan karet, sementara lainnya menggantungkan penghasilan dari pabrik teh maupun aktivitas pengolahan hasil perkebunan.

“Dulu masyarakat di sini tidak sulit mendapatkan pekerjaan. Hampir semua warga mempunyai penghasilan karena ada yang bekerja di pabrik karet dan ada juga yang bekerja di pabrik teh,” katanya.

Setelah aktivitas pabrik berhenti, kehidupan warga pun ikut berubah. Juhandi yang sebelumnya bekerja di pabrik harus mencari penghasilan dengan menjadi buruh serabutan.

Selain bekas pabrik, Juhandi masih mengingat keberadaan PLTA yang dahulu menjadi bagian dari kawasan perkebunan.

“Bekas-bekasnya masih ada sampai sekarang. Dulu di sini juga ada pembangkit listrik tenaga air,” tuturnya.

Bukit Sindangrasa Jadi Saksi

Kepala Desa Cintanagara, Engkos, membenarkan bahwa Batu Datar memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan perkebunan pada masa kolonial Belanda.

Salah satu lokasi yang menyimpan cerita tersebut berada di kawasan Bukit Sindangrasa. Dahulu, kawasan itu dipenuhi tanaman karet dan teh yang menjadi bagian dari aktivitas perkebunan.

“Dulu areal Bukit Sindangrasa ini merupakan tanaman pohon karet dan teh. Sekarang sudah tidak ada yang tersisa,” ujar Engkos.

Meski perkebunan dan pabriknya sudah tidak beroperasi, jejak aktivitas masa lalu belum sepenuhnya hilang. Sejumlah peninggalan berupa bak penampung air, batu-batu penyangga aliran air hingga bekas fasilitas pembangkit masih bisa ditemukan di kawasan tersebut.

Bagi pemerintah desa, peninggalan itu memiliki nilai sejarah yang cukup penting. Karena itu, kawasan tersebut diharapkan tidak hanya dibiarkan sebagai bangunan atau fasilitas lama yang perlahan rusak.

Engkos berharap peninggalan sejarah Batu Datar nantinya dapat ditata menjadi kawasan wisata sejarah sekaligus tempat belajar bagi masyarakat.

“Kami berharap peninggalan ini bisa dijadikan tempat wisata bersejarah dan menjadi tempat edukasi bagi masyarakat. Dengan begitu, mudah-mudahan dapat mengangkat kembali pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” katanya.

Kini, suara aktivitas perkebunan dan pabrik yang dahulu mewarnai Batu Datar memang sudah lama menghilang. Namun, sisa bangunan dan infrastruktur yang masih bertahan seakan menjadi pengingat bahwa kawasan tersebut pernah memiliki peran penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat.

Bagi warga setempat, peninggalan itu bukan sekadar bangunan tua. Di sana tersimpan cerita tentang perkebunan, pekerjaan dan kehidupan masyarakat pada masa lalu.

Tantangannya sekarang adalah menjaga agar jejak tersebut tidak ikut hilang dimakan waktu. Jika ditata dan dikelola dengan baik, peninggalan Batu Datar bukan hanya menjadi bagian dari sejarah Desa Cintanagara, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai ruang edukasi dan potensi wisata bagi masyarakat. (Andra/CN/Djavatoday)

Dari Hobi Ngopi, Pemuda Ciamis Kejar Mimpi Kerja di Kapal Pesiar

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Aroma kopi menyeruak di halaman Gedung Perpustakaan Ciamis, Selasa (22/9/2026). Di salah satu stan, suara mesin espresso bersahutan dengan percakapan pengunjung...

Peserta Pelatihan Barista Ciamis Unjuk Kemampuan di Festival Literasi

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Aroma kopi dan suara mesin espresso mewarnai halaman Gedung Perpustakaan Ciamis, Selasa (22/9/2026). Di salah satu stan, para peserta pelatihan barista...

Kabaret Literasi, Cara Dinas Perpustakaan Ciamis Kenalkan Budaya Membaca Lewat Seni

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Ada cara berbeda yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ciamis untuk mengajak masyarakat lebih dekat dengan literasi. Bukan hanya lewat...

Festival Literasi Ciamis 2026 Dibuka, Bupati Herdiat Ajak Warga Gemar Membaca

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pesan tentang pentingnya membaca disampaikan dengan cara yang berbeda dalam pembukaan Festival Literasi Kabupaten Ciamis 2026. Bukan lewat ceramah panjang, melainkan...

Terbaru