Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang Sekolah Dasar asal Kabupaten Ciamis menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat 2026. Dari ajang tersebut, atlet-atlet Ciamis berhasil membawa pulang medali dari tiga cabang olahraga, yakni kids atletik, renang, dan senam artistik.
Prestasi itu diraih lewat sejumlah nomor perlombaan. Pada cabang kids atletik, kontingen Ciamis meraih juara 2 nomor Kanga dan juara 3 nomor Formula putra. Sementara pada cabang senam artistik, atlet Ciamis meraih juara 3 nomor serba bisa putra. Adapun dari cabang renang, medali diraih melalui nomor 50 meter gaya punggung putra dengan torehan juara 2.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Sigit Ginanjar, menyampaikan rasa syukur atas capaian para atlet yang telah berjuang membawa nama daerah di ajang O2SN tingkat provinsi. Menurutnya, raihan medali dari tiga cabang olahraga menjadi bukti bahwa siswa-siswi SD di Ciamis memiliki potensi dan daya saing yang patut dibanggakan.
“Alhamdulillah, kontingen O2SN jenjang SD Kabupaten Ciamis tahun ini berhasil meraih medali dari tiga cabang olahraga, yakni kids atletik, renang, dan senam. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami semua, karena anak-anak telah menunjukkan semangat juang, disiplin, dan kemampuan terbaiknya saat berlaga di tingkat Provinsi Jawa Barat,” ujar Sigit, Rabu (8/7/2026).
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pembinaan hingga pendampingan atlet selama O2SN berlangsung. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama antara atlet, pelatih, pendamping, sekolah, hingga dukungan orang tua.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, pendamping, K3S Kabupaten Ciamis, K3S kecamatan, KKG PJOK Kabupaten Ciamis, serta para orang tua atlet yang telah bersama-sama berjuang dan memberikan dukungan penuh kepada putra-putrinya selama mengikuti O2SN tingkat provinsi tahun 2026,” katanya.
Sigit menuturkan, sebenarnya Ciamis juga memiliki peluang besar pada cabang bulutangkis. Namun, atlet andalan dari nomor tersebut tidak dapat tampil di tingkat provinsi karena terbentur regulasi penyelenggaraan.
“Untuk cabang unggulan sebenarnya kami juga berharap banyak dari bulutangkis putri. Namun ada aturan bahwa atlet yang pernah menjadi juara Sirnas PBSI tidak diperbolehkan tampil di O2SN tingkat provinsi. Karena itu, atlet kami tidak bisa diturunkan,” jelasnya.
Meski demikian, Disdik Ciamis tetap menilai hasil O2SN tahun ini sebagai capaian positif yang harus menjadi pijakan untuk pembinaan olahraga pelajar ke depan. Evaluasi akan dilakukan agar persiapan kontingen lebih matang dan prestasi yang diraih bisa meningkat pada pelaksanaan berikutnya.
“Kami berharap O2SN Kabupaten Ciamis ke depan tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi program pembinaan yang berkelanjutan dan terukur. Dengan persiapan yang lebih matang, sarana yang memadai, serta kolaborasi semua pihak, kami optimistis Kabupaten Ciamis dapat mengirimkan atlet-atlet terbaik dan mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi bahkan nasional,” ucap Sigit.
Disdik Ciamis pun berharap raihan medali tahun ini dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berlatih dan mengembangkan bakat di bidang olahraga. Keberhasilan para atlet O2SN SD ini dinilai menjadi modal penting bagi Ciamis untuk menatap ajang-ajang olahraga pelajar berikutnya dengan optimisme yang lebih besar. (Ayu/CN/Djavatoday)

