Dalam sebuah acara yang berfokus pada kesehatan di New York, Google mengumumkan pengembangan serangkaian model kecerdasan buatan (AI) baru yang disebut TxGemma.
Model ini dirancang untuk mendukung penemuan obat dengan pendekatan yang lebih terbuka dan inklusif bagi komunitas riset.
Menurut Google, TxGemma akan tersedia melalui program Health AI Developer Foundations dan dijadwalkan untuk dirilis akhir bulan ini.
Model ini memiliki kemampuan untuk memahami tidak hanya teks biasa, tetapi juga berbagai struktur entitas terapeutik, termasuk senyawa kimia, molekul, dan protein.
Meningkatkan Efisiensi dalam Pengembangan Obat
Proses pengembangan obat dari tahap konseptual hingga mendapatkan persetujuan klinis dikenal sebagai perjalanan panjang yang memakan waktu dan biaya besar.
Oleh karena itu, Google berupaya menghadirkan solusi berbasis AI yang dapat membantu mempercepat proses ini.
Karen DeSalvo, Chief Health Officer Google, dalam unggahan blog resminya yang dikutip oleh TechCrunch, menjelaskan, TxGemma memungkinkan para peneliti mengajukan pertanyaan guna memperkirakan berbagai karakteristik penting dari terapi potensial.
Ini mencakup prediksi mengenai efektivitas dan tingkat keamanan obat yang sedang dikembangkan.
Potensi dan Tantangan AI dalam Penemuan Obat
Sejumlah perusahaan besar, termasuk Isomorphic Labs—anak perusahaan Google—telah lama menggaungkan potensi AI dalam merevolusi penemuan obat dengan mempercepat tahapan awal penelitian dan pengembangan.
Namun, meskipun teknologi ini menjanjikan, AI belum menjadi solusi instan yang mampu menghasilkan obat secara otomatis dalam laboratorium.
Beberapa perusahaan yang mengadopsi AI dalam penelitian obat, seperti Exscientia dan BenevolentAI, menghadapi kegagalan dalam uji klinis mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, akurasi sistem AI untuk penemuan obat, termasuk model terkemuka seperti AlphaFold 3 dari Google DeepMind, masih bervariasi dan memerlukan penyempurnaan lebih lanjut.
Meski demikian, industri farmasi global dan para investor tetap menunjukkan antusiasme tinggi terhadap inovasi ini.
Isomorphic Labs, yang telah bermitra dengan raksasa farmasi seperti Eli Lilly dan Novartis, menyatakan bahwa pengujian obat yang dirancang dengan AI diharapkan dapat dimulai tahun ini.
Menurut laporan, lebih dari 460 startup AI kini terlibat dalam penelitian dan pengembangan obat, dengan total investasi mencapai $60 miliar hingga saat ini.
Hal ini menunjukkan besarnya kepercayaan industri terhadap peran AI dalam membawa revolusi di bidang kesehatan dan farmasi.
Google sendiri belum mengungkapkan apakah model TxGemma akan dapat digunakan untuk kepentingan komersial, disesuaikan, atau dilatih lebih lanjut oleh pihak ketiga.
TechCrunch telah menghubungi Google untuk mendapatkan informasi tambahan terkait aspek lisensi dan penggunaan model ini.
Dengan semakin banyaknya perusahaan yang berinvestasi dalam AI untuk kesehatan, langkah Google dalam menghadirkan TxGemma diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap efisiensi dan akurasi dalam penelitian obat di masa depan.

