Berita Tasikmalaya (Djavatoday.com),- Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025, PGRI Kabupaten Tasikmalaya mengadakan workshop seni tari yang ditujukan bagi para guru PAUD, TK, SD, dan SMP. Kegiatan berlangsung selama tiga hari di Gedung PGRI Kabupaten Tasikmalaya, mulai Sabtu (15/11/2025) hingga Senin.
Workshop ini mengusung tema “Perspektif Seni Tari: Dari Teori Menuju Implementasi.” Sesuai temanya, kegiatan ini dirancang untuk menjembatani pemahaman teori seni tari dengan praktik langsung di lapangan.
Ketua panitia kegiatan, H. Ade Dasmana, S.Pd., MM.Pd, menjelaskan bahwa workshop ini digelar sebagai upaya memberikan ruang bagi guru seni agar tidak hanya memahami tari melalui literatur, tetapi juga menguasai praktiknya.
“Selama ini banyak guru seni hanya terpaku pada teori di buku. Melalui workshop ini, kami ingin mereka bisa langsung mempraktikkan gerakan-gerakan yang diperagakan oleh ahlinya,” ujar Ade.
Workshop menghadirkan pemateri Asri Tri Lestari, dosen seni tari dari Kopertis Wilayah IV Jawa Barat, yang dikenal memiliki pengalaman luas dalam pengajaran dan pengembangan tari di berbagai daerah.
Sejak hari pertama, kegiatan ini disambut antusias oleh ratusan guru seni dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Mereka datang dengan harapan dapat meningkatkan kompetensi sekaligus menambah wawasan dalam mengajar seni tari.
Ibu Tesi, peserta dari Kecamatan Karangnunggal, mengaku mendapatkan kesempatan berharga. “Ini momen yang sangat baik untuk meningkatkan kemampuan kami di bidang seni tari,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Arif Suhendar, guru seni dari Kecamatan Ciawi. Menurutnya, selama ini proses pengajaran seni tari di sekolah cenderung berhenti pada teori.
“Implikasi gerakan sering membingungkan kami. Dengan workshop ini, kami berharap tidak lagi kesulitan ketika harus mengajarkan praktik tari kepada siswa,” tuturnya.
Ketua PGRI Kabupaten Tasikmalaya, Unang Arifin, S.Pd, menekankan bahwa peningkatan kompetensi guru seni tari diharapkan berdampak langsung pada kemampuan siswa. Ia optimis, dengan pemahaman yang lebih baik, para guru dapat membimbing murid mencapai prestasi yang lebih tinggi.
“Ke depan, kami berharap siswa-siswa di Tasikmalaya bisa meraih lebih banyak prestasi di ajang FLS2N, khususnya bidang seni,” ungkap Unang.
Dengan terselenggaranya workshop ini, PGRI Tasikmalaya berharap kualitas pembelajaran seni di sekolah semakin meningkat dan mampu melahirkan generasi pelajar berprestasi di tingkat nasional. (Ayu/CN/Djavatoday)

