Berita Tasikmalaya (Djavatoday.com),- Ratusan peternak domba dan kambing dari berbagai wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tumpah ruah di Lapangan Upacara Kantor Bupati Tasikmalaya untuk mengikuti Pesta Patok, kontes bergengsi yang mempertemukan ternak terbaik. Tak kurang dari 700 peternak dengan total 850 ekor domba dan kambing turut ambil bagian dalam ajang yang tak sekadar lomba, namun juga menjadi ajang silaturahmi para peternak.
Ketua Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Kabupaten Tasikmalaya, Asep Yuda, menjelaskan, kontes ini bukan hanya mempertandingkan kualitas fisik ternak, tetapi juga meningkatkan nilai jual mereka di pasaran.
“Selain sebagai ajang silaturahmi, pemenang kontes ini biasanya bisa ikut ke ajang bergengsi seperti Piala Presiden. Harga domba atau kambing pemenang bisa tembus Rp 40 hingga Rp 50 juta per ekor,” ujar Asep, Rabu (25/6/2025).
Dalam kontes tersebut, para peternak menampilkan hewan ternaknya dengan berbagai hiasan, mulai dari kalung di leher hingga pemotongan bulu agar tampak lebih bersih dan menarik. Keindahan tanduk juga menjadi salah satu daya tarik utama dalam penilaian.
Beberapa kategori yang dilombakan meliputi Raja Kasep Moel, Raja Petet Moel Satu Pasang, Raja Pedaging, Ratu Bibit, Raja Pedaging Kambing, hingga Raja Daging Ekstrem.
Penilaian dilakukan oleh tim juri profesional dari Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Unpad), HPDKI Jawa Barat, serta tim dokter dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tasikmalaya. Selain keindahan fisik, kondisi kesehatan hewan menjadi poin penting dalam penilaian.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Haris Dinzah, turut hadir membuka acara. Ia mengapresiasi penyelenggaraan Pesta Patok yang bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-79 dan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-394.
“Pesta Patok ini bukan hanya hiburan, tapi juga ruang bagi para peternak untuk menunjukkan hasil ternaknya yang terbaik. Semangatnya adalah silaturahmi, peningkatan ekonomi, sekaligus menjaga tradisi yang sudah ada sejak lama,” kata Kapolres.
Salah seorang peserta, Ahmad Nurjaman, mengaku mempersiapkan domba miliknya dengan serius. Mulai dari pemberian pakan, suplemen, hingga perawatan khusus dilakukan untuk mendapatkan hasil maksimal.
“Kalau dirawat serius, apalagi sampai menang, harganya bisa melonjak jauh. Tapi memang butuh modal besar, dari pakan rumput, ampas tahu, sampai vitamin,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tasikmalaya, Tayang Wahyudin, menyambut baik gelaran Pesta Patok ini. Menurutnya, potensi peternakan di Tasikmalaya sangat besar, sehingga perlu terus dikembangkan.
“Pesta Patok ini menjadi salah satu upaya mendorong geliat ekonomi peternakan. Ke depan, bukan hanya domba dan kambing, kami berharap bisa menggelar kontes serupa untuk sapi dan kerbau,” tandasnya.
Ajang ini diharapkan tak hanya mempererat persaudaraan antarpeternak, tapi juga mendorong peningkatan kualitas ternak lokal yang berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. (Ayu/CN/Djavatoday)

