Setiap 23 September, masyarakat dunia memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional atau International Day of Sign Languages. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa komunikasi yang mudah diakses merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat Tuli.
Bahasa isyarat bukan sekadar rangkaian gerakan tangan. Bahasa ini memiliki tata bahasa dan struktur tersendiri serta berkembang di tengah komunitas penggunanya. Karena itu, keberadaan bahasa isyarat juga berkaitan dengan identitas, budaya, pendidikan, dan pemenuhan hak masyarakat Tuli.
Sejarah Hari Bahasa Isyarat Internasional
Hari Bahasa Isyarat Internasional ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi A/RES/72/161 pada 19 Desember 2017.
Peringatan tersebut untuk pertama kalinya dilaksanakan pada 23 September 2018. Tanggal itu dipilih bertepatan dengan berdirinya World Federation of the Deaf (WFD) pada 23 September 1951.
WFD merupakan organisasi internasional yang memperjuangkan hak masyarakat Tuli, termasuk pengakuan dan penggunaan bahasa isyarat.
Sejak saat itu, 23 September menjadi kesempatan bagi masyarakat di berbagai negara untuk meningkatkan perhatian terhadap bahasa isyarat dan kehidupan masyarakat Tuli.
Apa Itu Bahasa Isyarat?
Bahasa isyarat merupakan bahasa visual yang digunakan melalui kombinasi gerakan tangan, ekspresi wajah, posisi tubuh, serta unsur visual lainnya.
Yang menarik, bahasa isyarat tidak hanya memiliki satu bentuk yang berlaku di seluruh dunia. Setiap negara atau komunitas dapat memiliki bahasa isyarat dengan kosakata dan struktur yang berbeda.
Artinya, bahasa isyarat juga memiliki kekayaan bahasa dan budaya seperti bahasa lisan.
Karena itulah, belajar bahasa isyarat bukan hanya tentang mempelajari gerakan tangan. Ada proses memahami cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan komunitas Tuli.
Mengapa Hari Bahasa Isyarat Internasional Penting?
Peringatan ini mengajak masyarakat melihat bahwa akses komunikasi merupakan kebutuhan dasar.
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Tuli membutuhkan akses terhadap informasi, pendidikan, layanan kesehatan, pelayanan publik, pekerjaan hingga berbagai aktivitas sosial.
Tanpa akses komunikasi yang memadai, berbagai kebutuhan tersebut bisa menjadi lebih sulit diperoleh.
Hari Bahasa Isyarat Internasional karena itu menjadi momentum untuk mendorong lingkungan yang lebih inklusif. Masyarakat diajak memahami bahwa perbedaan cara berkomunikasi tidak seharusnya menjadi penghalang untuk memperoleh hak dan kesempatan.
Bahasa Isyarat dan Pendidikan
Penguasaan bahasa sejak dini memiliki peran penting dalam perkembangan anak. Bagi anak Tuli, akses terhadap bahasa isyarat dapat membantu proses komunikasi dan pembelajaran.
Lingkungan keluarga dan sekolah juga memiliki peran besar. Ketika komunikasi dapat berlangsung dengan baik, anak memiliki ruang yang lebih luas untuk belajar, berinteraksi dan mengembangkan kemampuannya.
Karena itu, pembelajaran bahasa isyarat tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Tuli. Orang tua, guru, tenaga kesehatan dan masyarakat umum juga dapat mempelajarinya agar komunikasi semakin terbuka.
Tema Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026
Pada Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026, tema yang diangkat adalah “Declaring Deaf People’s Human Rights”.
Tema tersebut menyoroti pentingnya pengakuan dan pemenuhan hak asasi manusia masyarakat Tuli.
Peringatan 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian International Week of Deaf People yang berlangsung pada 21-27 September.
Cara Memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional
Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional tidak harus dilakukan dengan acara besar. Ada banyak hal sederhana yang bisa dilakukan.
Salah satunya dengan mulai mengenal bahasa isyarat dasar. Belajar menyapa, memperkenalkan diri atau melakukan percakapan sederhana dapat menjadi langkah awal untuk memahami komunikasi masyarakat Tuli.
Sekolah dan komunitas juga dapat mengadakan kelas pengenalan bahasa isyarat, diskusi tentang kehidupan masyarakat Tuli, atau kegiatan bersama komunitas Tuli.
Di lingkungan kerja dan pelayanan publik, kesadaran mengenai akses komunikasi juga dapat ditingkatkan. Misalnya dengan menyediakan informasi yang lebih mudah diakses atau meningkatkan kemampuan petugas dalam berkomunikasi dengan penyandang Tuli.
Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026 diperingati pada Rabu, 23 September 2026.
Momentum ini bukan hanya tentang satu hari dalam kalender. Peringatan tersebut dapat menjadi awal untuk membangun kebiasaan komunikasi yang lebih terbuka dan lingkungan yang lebih ramah bagi masyarakat Tuli.
Pada akhirnya, memahami bahasa isyarat berarti membuka kesempatan bagi lebih banyak orang untuk berkomunikasi, memperoleh informasi, belajar, bekerja dan terlibat dalam kehidupan sosial tanpa terhalang perbedaan cara berkomunikasi. (Ayu/CN/Djavatoday)

