Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Gairah sepak bola di Tatar Galuh Ciamis mulai terasa sejak pagi. Warga berbondong-bondong mendatangi Stadion Galuh demi mendapatkan tiket pertandingan PSGC Ciamis kontra Semen Padang.
Antrean bahkan sudah terlihat sejak sekitar pukul 07.00 WIB, Kamis (24/9/2026). Hingga siang, halaman Stadion Galuh masih dipenuhi warga yang menunggu giliran membeli tiket secara langsung.
Hari itu menjadi hari pertama penjualan tiket offline. Sebelumnya, tiket online sudah dibuka sehari lebih awal dan langsung habis diburu calon penonton.
Melihat tingginya permintaan, panitia pelaksana kemudian kembali menambah sekitar 1.000 tiket untuk dijual secara online.
Sementara mereka yang memilih datang langsung harus sedikit bersabar. Antrean cukup panjang membuat warga harus menunggu giliran sebelum tiket berada di tangan.
Ponsel menjadi salah satu barang yang tak boleh tertinggal. Sebab, dalam proses pembelian tiket, calon penonton harus memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Di tengah antrean itu, ada warga yang datang seorang diri, ada pula yang sengaja mengajak keluarga. Salah satunya Abas, warga Ciamis, yang datang bersama keluarganya.
Bagi Abas, pertandingan PSGC melawan Semen Padang bukan sekadar tontonan. Ia ingin merasakan langsung atmosfer pertandingan di Stadion Galuh bersama keluarganya.
“Saya baru pertama kali nonton langsung. Makanya sekarang sekalian mengajak keluarga,” kata Abas.
Abas juga sudah punya prediksi untuk pertandingan yang akan berlangsung Sabtu (26/9/2026) tersebut. Ia memperkirakan laga akan berjalan ketat dan PSGC harus bekerja keras menghadapi Semen Padang.
“Kalau prediksi saya 2-2. Semen Padang kuat, apalagi ada pemain seperti Lilipaly,” ujarnya.
Antusiasme serupa dirasakan Idan. Ia datang sekitar pukul 10.00 WIB untuk membeli tiket secara offline. Namun, hingga sekitar pukul 10.30 WIB, antrean masih belum banyak berkurang.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat Ciamis cukup tinggi. Saya datang sekitar jam 10.00, sekarang sudah 10.30 masih antre karena memang banyak yang datang,” tutur Idan.
Menurut Idan, salah satu hal yang membuat proses pembelian tiket berjalan cukup lama adalah pengisian NIK. Ia berharap proses tersebut bisa dipercepat sehingga antrean tidak terlalu panjang.
“Mungkin prosesnya agak cukup lambat karena harus memasukkan NIK dulu. Mudah-mudahan bisa dipercepat supaya antreannya tidak terlalu banyak,” katanya.
Meski harus berdiri dalam antrean, Idan tetap memilih membeli tiket secara langsung. Baginya, cara tersebut lebih memungkinkan untuk mendapatkan tiket dalam jumlah lebih banyak dibandingkan pembelian online.
“Kalau sekarang saya beli offline langsung. Kalau online kan terbatas, tidak bisa beli banyak. Jadi lebih mudah langsung meskipun harus antre,” ujarnya.
Setelah tiket didapat, perhatian Idan beralih ke pertandingan. Ia berharap PSGC mampu memanfaatkan dukungan publik sendiri dan menampilkan permainan terbaik.
“Mudah-mudahan PSGC dengan kekuatan yang ada bisa menampilkan permainan terbaik. Dari permainan yang baik, mudah-mudahan bisa mendapat hasil yang baik juga,” ucapnya.
Idan bahkan memprediksi PSGC mampu mengalahkan Semen Padang dengan skor 2-1.
Namun, ia menyadari lawan yang datang ke Stadion Galuh bukan tim yang mudah ditaklukkan. Semen Padang memiliki sejumlah pemain berpengalaman yang pernah tampil di Liga 1.
“Memang tidak dipungkiri Semen Padang itu banyak pemain jebolan Liga 1. Ada Spaso atau Lilipaly. Pemain-pemain seperti itu memang harus dijaga ketat oleh para pemain PSGC,” kata Idan.
Antrean tiket di Stadion Galuh pun menjadi gambaran gairah sepak bola masyarakat Ciamis menjelang laga tersebut. Dua hari sebelum pertandingan, warga sudah mulai berburu tempat untuk menyaksikan langsung PSGC berlaga di kandang sendiri. (Ayu/CN/Djavatoday)

