Inilah 6 Hal yang Dirasakan Anak Saat Orang Tuanya Bercerai

Setiap keluarga pasti memiliki masalahnya tersendiri. Namun sang anaklah yang akan menanggung risiko terpahit jika melihat kedua orang tuanya bercerai. Hal ini akan berdampak pada kondisi kejiwaan sang anak, apalagi bagi anak yang berusia 7 sampai 13 tahun.

Anehnya para orang tua seringkali beranggapan bahwa anak mereka baik-baik saja. Padahal disadari atau tidak, hal ini akan memberikan dampak yang besar bagi sang anak bahkan ketika ia tumbuh dewasa. Berikut ulasannya.

Baca juga : 5 Dampak Buruk Medsos Bagi Anak Remaja

Mudah marah atau emosi

Rasa marah merupakan refleksi dari rasa kecewa sang anak terhadap perceraian kedua orang tuanya. Emosi anak perlahan mulai menjadi tidak stabil ketika orang tuanya memutuskan untuk bercerai.

Setelah perceraian, anak akan mengalami krisis transisi. Biasanya luapan emosi sang anak disalurkan melalui dua cara. Pertama memilih mengeluarkan semua amarahnya, dan yang kedua memutuskan dengan cara berdiam diri.

Ketika sang anak menunjukkan amarah Mama harus mampu bersabar dan meyakinkan dia bahwa Mama dan Papanya akan tetap mengurus dan menyayanginya. Jika anak marah dengan berdiam diri, maka kedua orang tuanya harus mampu mengajak dia berbicara untuk mengeluarkan isi hati yang ia rasakan.

Lebih sensitif

Selain mudah marah, anak akan menjadi mudah tersinggung ketika berbicara tentang keluarganya. Hal ini terjadi karena pikirannya telah merekam semua memori kelam yang terjadi pada keluarganya.

Emosi yang tidak stabil ini akan membuat dia mudah menangis dan merasa sedih. Jika sang anak dulunya sangat ceria, ketika orang tuanya bercerai bisa saja mereka akan berubah menjadi pendiam dan pemurung.

Sering merasa kesepian

Tidak ada anak yang menginginkan kedua orang tuanya bercerai. Kondisi ini seketika akan mengubah dunianya. Kini mereka tidak bisa melihat ayah dan ibunya tinggal dalam satu rumah.

Hal inilah yang menyebabkan sang anak sering merasa kesepian karena ia merasa kondisinya tidak lagi sama seperti dulu. Ia masih membutuhkan kedua sosok orang tua yang menyayangi dan menemani mereka tanpa batasan tempat dan waktu.

Memiliki perasaan yang rapuh

Anak yang broken home akan lebih sering menangis. Oleh karena itu perasaannya mudah rapuh karena ia pernah terluka oleh perceraian orang tuanya.

Tidak percaya diri

Kondisi ini akan terjadi jika ia berinteraksi dengan lingkungannya. Beban mental yang ditanggung oleh anak akibat perceraian dapat membuat sang anak tidak percaya diri, menutup diri, sering menghindar dari keramaian bahkan lari dari masalah.

Hidup namun seperti tidak benar-benar hidup

Ketika orang tuanya bercerai, kondisi ini sebenarnya merupakan titik terendah bagi sang anak. Dia kehilangan keceriaan, impiannya bahkan dunianya juga akan ikut berubah.

Itulah ulasan mengenai perasaan seorang anak yang orang tuanya bercerai. Jika kebetulan perceraian menimpa Anda dan pasangan, ada baiknya jika kalian mengesampingkan ego dan tetap mendampingi sang anak sampai tumbuh dewasa. Jagalah mereka dari perbuatan-perbuatan negatif yang merugikan. (Willy/Djavatoday)

Cara Mengusir Cicak di Rumah dengan Aman dan Efektif

Cicak memang sering dianggap hewan yang tidak berbahaya. Namun, kehadirannya di dalam rumah kerap membuat tidak nyaman, apalagi jika jumlahnya banyak dan meninggalkan kotoran...

Cara Mencegah Ular Masuk ke Pekarangan Rumah agar Tetap Aman dan Nyaman

Keberadaan ular di sekitar rumah sering kali membuat warga merasa khawatir. Apalagi jika lingkungan masih dekat dengan kebun, sawah, atau sumber air yang menjadi...

Cara Mengusir Tikus di Rumah dengan Aman dan Efektif, Tanpa Risiko Kesehatan

Tikus di dalam rumah sering kali menjadi masalah yang membuat tidak nyaman. Selain mengganggu, hewan ini juga bisa membawa penyakit dan merusak barang. Karena...

Cara Mengusir Semut di Rumah Tanpa Dibunuh, Solusi Aman dan Ramah Lingkungan

Semut sering menjadi masalah di rumah, terutama saat mereka mulai mengerubungi makanan atau muncul dalam jumlah banyak di dapur. Meski terlihat sepele, kehadiran semut...

Terbaru