Tren sugar cutting kian populer seiring menjamurnya utas-utas edukatif dari para pakar dan influencer kesehatan. Sugar cutting atau memangkas konsumsi gula harian menjadi salah satu langkah awal untuk mewujudkan gaya hidup sehat. Hal ini dikarenakan tubuh yang terlalu banyak mendapat asupan gula, terutama pemanis buatan, berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes dan obesitas. Namun, tahukah kamu bahwa menjaga kesehatan tubuh tidak cukup hanya dengan sugar cutting?
Di tengah gempuran gaya hidup kontemporer dan serba instan, banyak orang yang acapkali terjebak dalam rutinitas tidak sehat. Selain sugar cutting, deretan hal di bawah ini juga perlu kamu “cut” agar terhindar dari penyakit kronis yang membahayakan.
Deretan Hal yang Perlu Kamu “Cut” Agar Tubuh Lebih Sehat dan Terhindar dari Penyakit Kronis
Macam-macam penyakit kronis seperti diabetes melitus, gangguan jantung, gagal ginjal, dan sebagainya tidak muncul begitu saja. Beberapa mungkin disebabkan oleh genetik, sisanya berkembang akibat akumulasi dari gaya hidup buruk yang dilakukan secara berkala tanpa henti. Oleh karena itu, selain membatasi gula, berikut deretan hal penting lainnya yang juga perlu dibatasi!
Karbohidrat
Hal yang perlu kamu “cut” selain gula salah satunya adalah karbohidrat. Pola makan ini mengharuskan kamu membatasi karbohidrat harian, seperti nasi putih, roti tawar, mi instan, dan jenis olahan tepung yang memiliki indeks glikemik tinggi. Saat makanan tersebut dikonsumsi, tubuh akan mencernanya dengan cepat dan memecahnya menjadi glukosa sehingga memicu lonjakan kadar gula darah. Dalam kasus yang lebih parah, tubuh berisiko terkena penyakit diabetes tipe 2.
Makanan Ultra Olahan
Hal yang perlu kamu “cut” selanjutnya yaitu makanan ultra olahan (ultra-processed food). Tidak sedikit orang menyukai produk kemasan atau makanan siap saji. Padahal, makanan ultra olahan seperti sosis, kornet, nugget, keripik, tidak hanya rendah nutrisi, melainkan juga dapat mengganggu kesehatan. Makanan ultra olahan telah melewati serangkaian proses manufaktur dan banyak mengandung bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, serta pemanis buatan. Kandungan nutrisinya sangat sedikit, tapi natriumnya tinggi. Saat tubuh terlalu banyak mengonsumsi natrium, tekanan darah akan melonjak, memicu hipertensi dan gangguan jantung.
Kafein
Bagi beberapa orang, kopi adalah sahabat sekaligus alternatif untuk berbagai situasi karena dikenal paten dalam meningkatkan fokus, bahkan memperbaiki suasana hati. Sayangnya, mengonsumsi kopi justru dapat menjadi bumerang bagi tubuh. Minuman dengan kafein tinggi seperti kopi berisiko menyebabkan insomnia, jantung berdebar lebih cepat, hingga kecemasan yang secara konstan meningkatkan tekanan darah.
Waktu di Depan Layar
Hal yang perlu kamu “cut” ternyata bukan hanya makanan atau minuman, melainkan juga tentang kebiasaan perilaku. Meminimalkan durasi menatap ponsel, laptop, tablet, terutama menjelang tidur dapat memberikan dampak masif yang baik bagi tubuh. Sebaliknya, jika terus terpapar sinar biru dari layar gadget, produksi hormon melatonin (hormon yang memicu rasa kantuk) dapat terhambat. Akibatnya, kualitas tidur menurun secara drastis. Tubuh jadi cenderung mudah merasa stres.
Sugar cutting dan memangkas empat hal di atas tidak mesti dilakukan secara ekstrem. Kamu bisa mulai secara berkala, misalnya mengganti sebagian nasi putih dengan nasi merah, mengonsumsi kopi tanpa tambahan gula atau krimer, hingga mematikan ponsel beberapa saat sebelum tidur. (Karin/Djavatoday)

