Sayuran sebaiknya tidak digoreng. Sayuran dikenal sebagai healthy food yang tinggi serat, mengandung vitamin dan antioksidan yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Lalu sering kali dijadikan lauk sehari-hari dengan berbagai macam teknik memasak. Seperti direbus untuk membuat sup, dikukus, atau ditumis. Cara kita mengolah sayur tentu akan berpengaruh terhadap asupan gizi yang kita dapat. Nah, belakangan ini, kreasi makanan berbahan dasar sayur sangat beragam. Mulai sayuran yang dijadikan gado-gado gulung, dikombinasikan dengan ciki-cikian, hingga sayuran renyah yang melalui proses penggorengan, contohnya kol goreng, bayam crispy, terong crispy, dan macam-macam.Â
Sayuran yang digoreng memang memberikan rasa yang lebih lezat, gurih, dan renyah. Namun, mengonsumsi sayuran yang digoreng dapat memicu beberapa dampak negatif bagi tubuh. Sumber gizi yang seharusnya didapat justru berubah menjadi sumber masalah kesehatan.
5 Alasan Mengapa Sayuran Sebaiknya Tidak digoreng
Beberapa orang mungkin lebih menyukai sayur setelah diolah menjadi camilan renyah yang kaya akan rasa. Namun, ketahuilah bahwa ada sederet alasan mengapa sayuran sebaiknya tidak digoreng.
Kehilangan Nutrisi Penting
Sayuran yang digoreng, apalagi dengan suhu tinggi dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan nutrisi di dalamnya, terutama vitamin B1, vitamin C, dan folat. Hal ini dikarenakan kandungan tersebut sensitif terhadap panas. Sayuran yang seharusnya menjadi sumber nutrisi justru bisa berkurang drastis nilai gizinya.
Meningkatkan Kandungan Lemak Jahat
Sayuran adalah salah satu makanan tinggi serat, namun ketika digoreng dan menyerap minyak dalam jumlah banyak, sayuran jadi mengandung lemak trans dan lemak jenuh yang berbahaya bagi tubuh. Apalagi jika minyak yang digunakan tidak diganti secara rutin. Lemak jahat ini berisiko meningkatkan kadang kolesterol jahat, hipertensi, hingga obesitas.
Mengandung Senyawa Berbahaya
Minyak yang digunakan untuk menggoreng acapkali dipanaskan secara berulang. Hal ini dapat menimbulkan senyawa kimia berbahaya, terutama pada sayuran seperti kentang yang mengandung karbohidrat. Proses penggorengan juga dapat memicu radikal bebas yang bisa merusak sel-sel tubuh, apalagi jika mengonsumsinya dalam jangka panjang.
Menambah Kalori secara Drastis
Sayuran sering kali dijadikan alternatif ketika seseorang sedang menjalani program diet. Sebab, sayuran adalah makanan rendah kalori. Namun, ketika digoreng, kandungan kalorinya bisa meningkat hingga tiga kali lipat. Maka dari itu, sayuran yang seharusnya bisa membantu menjaga berat badan justru berisiko menambah kalori secara drastis.
Mengganggu Sistem Pencernaan
Sayuran yang digoreng tidak lagi mudah dicerna oleh tubuh karena kandungan minyaknya yang tinggi, terutama bagi mereka untuk memiliki masalah pada lambung atau pencernaan sensitif. Jika terlalu sering mengonsumsi sayuran yang digoreng, sistem pencernaan akan terganggu, mulai dari melambatnya proses pencernaan, menyebabkan asam lambung, mual, dan rasa begah setelah makan.
Sayuran sebaiknya diproses dengan metode memasak yang sehat seperti merebus dan mengukus agar khasiatnya tidak hilang. Jika ingin yang lebih menyegarkan, kamu bisa mengolahnya menjadi salad. Dengan begitu, kandungan vitamin dan mineral di dalamnya tetap terjaga. (Karin/Djavatoday)

