Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, pada Minggu (26/7/2026), mengakibatkan dua rumah warga di Dusun Sompok, RT 046 RW 032, Desa Sumberjaya, mengalami kerusakan setelah tertimpa batang pohon yang patah.
Pasca kejadian, jajaran Polsek Cihaurbeuti bersama pemerintah desa, Babinsa, dan BPBD Kabupaten Ciamis langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan sekaligus membantu penanganan dampak bencana.
Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah melalui Kapolsek Cihaurbeuti Iptu Agus Predi Muharom mengatakan, pendataan dilakukan untuk memastikan kondisi para korban sekaligus menginventarisasi kerusakan yang ditimbulkan akibat angin kencang tersebut.
“Dari hasil pendataan, terdapat dua rumah warga yang terdampak. Kerusakan terjadi setelah batang pohon di sekitar rumah patah dan menimpa bagian atap bangunan,” ujar Agus, Senin (27/7/2026).
Selain melakukan pendataan, personel Bhabinkamtibmas Desa Sumberjaya juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, Babinsa, dan BPBD agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat.
Menurut Agus, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam penanganan bencana sehingga proses evakuasi maupun pembersihan dapat berjalan lancar.
“Kami bersama unsur terkait bergerak bersama membantu warga. Mulai dari membersihkan pohon tumbang, mengevakuasi material bangunan yang rusak, hingga memastikan kondisi lingkungan kembali aman,” katanya.
Ia menuturkan, personel kepolisian langsung mendatangi lokasi begitu menerima laporan dari masyarakat. Bersama warga, mereka bergotong royong menyingkirkan batang pohon dan puing-puing yang menimpa rumah korban.
“Begitu menerima informasi, anggota langsung menuju lokasi. Kami bersama warga membersihkan sisa pohon yang tumbang dan mengevakuasi material bangunan yang terdampak agar tidak membahayakan,” jelasnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Warga juga tidak perlu dievakuasi karena kondisi rumah masih dapat diakses meski mengalami kerusakan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa ataupun korban luka. Kerugian yang dialami dua pemilik rumah diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta. Saat ini yang dibutuhkan adalah penanganan terhadap kerusakan rumah agar aktivitas warga bisa kembali normal,” pungkas Agus. (Ayu/CN/Djavatoday)

