spot_img
Jumat, Mei 27, 2022
spot_img

Informasi Terbaru Pemberian Vaksin Booster dari Kemenkes

Sebelumnya pemberian vaksin booster hanya diperuntukkan bagi para tenaga kesehatan, namun sekarang masyarakat umum juga bisa mendapatkannya. Bersamaan dengan dimulainya program vaksinasi booster Covid-19, pada tanggal 12 Januari 2022 Pemerintah telah memastikan ketersediaan vaksin bagi seluruh masyarakat.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan ada 5 jenis vaksin yang sudah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat sebagai vaksin booster. Kelima jenis vaksin tersebut antara lain Sinovac, Pfizer, AstraZeneca, Moderna dan juga Zifivax.

- Advertisement -

Melalui siaran Youtube Kemenkes (11/01), Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan tentang teknis pelaksanaan vaksin booster Covid-19. Budi juga mengatakan bahwa Pemerintah sudah menyediakan jumlah vaksin yang cukup untuk diberikan kepada masyarakat. Berikut rangkumannya.

Baca juga : Lakukan Hal Ini untuk Mempercepat Pemulihan Pasca Melahirkan

Vaksin primer Sinovac bisa mendapatkan vaksin booster Pfizer

Bagi kamu yang sudah mendapatkan vaksin Sinovac dosis 1 dan 2, kemungkinan kamu akan mendapatkan pemberian vaksin booster jenis Pfizer. Vaksin ini akan di berikan sebanyak setengah dosis dengan jarak sekitar 6 bulan dari pemberian vaksin dosis kedua.

Menurut BPOM, vaksin Pfizer bisa memberi reaksi efek samping seperti nyeri pada bekas suntikan, nyeri otot, nyeri sendi dan juga demam. 

Vaksin primer Sinovac bisa mendapatkan vaksin booster AstraZeneca

Bagi kamu yang sudah mendapatkan vaksin Sinovac dosis 1 dan 2, bisa juga mendapatkan vaksin booster jenis AstraZeneca. Vaksin ini juga akan di berikan sebanyak setengah dosis dengan jarak sekitar 6 bulan dari pemberian vaksin dosis kedua.

Menurut BPOM, efek samping yang di rasakan hampir sama dengan jenis vaksin yang lainnya. 55% efek sampingnya bersifat ringan, sedangkan 37% bersifat sedang.

Vaksin primer AstraZeneca bisa mendapatkan vaksin booster Moderna

Bagi kamu yang sudah mendapatkan vaksin AstraZeneca dosis 1 dan 2, kemungkinan kamu akan mendapatkan vaksin booster jenis Moderna. Vaksin ini akan diberikan sebanyak setengah dosis dengan jarak sekitar 6 bulan dari pemberian vaksin dosis kedua.

Efek samping yang kemungkinan muncul dari pemberian vaksin Moderna yaitu nyeri pada bekas suntikan, sakit kepala, mual, muntah, rasa kelelahan, demam, nyeri otot dan juga nyeri sendi. (Willy/Djavatoday)

Anggota DPR Herman Khaeron Berikan Pelatihan Digital Marketing Bagi UMKM

Berita Nasional (Djavatoday.com),- Anggota DPR RI Komisi VI DR Ir H E Herman Khaeron MSi bersama Anggota PIA DPR RI FD dr Ratnawati MKKK...

Wasekjen Demokrat Dukung Reog Ponorogo Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia Muhadjir Effendy mengungkapkan upaya mematenkan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO,...

Raih Penghargaan Top BUMD 2022, bank bjb Ajak Kolaborasi BPD Lainnya

Berita Nasional (Djavatoday.com),- bank bjb kembali meraih penghargaan berkat inovasi digitalisasi serta pencapaian kinerja perseroan yang tumbuh positif di atas rata-rata perbankan nasional. bank dengan...

Perhatikan 5 Hal Ini Agar Tetap Bisa Bekerja di Awal Masa Kehamilan

Pada masa sekarang, banyak wanita memilih untuk tetap bekerja meski telah berumah tangga. Namun sebagaimana fitrah wanita pada umumnya, mereka akan mengalami fase kehamilan...
spot_img

Terpopuler

Lainnya